fokus6.net, TANAH LAUT – Kabupaten Tanah Laut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat produksi jagung baru di Kalimantan Selatan. Dengan luas wilayah mencapai 3.631 kilometer persegi, daerah ini dianggap strategis untuk mendongkrak produksi jagung guna memenuhi kebutuhan daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digagas Polda Kalimantan Selatan bersama sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan, saat ini kebutuhan jagung di Kalimantan Selatan, baik untuk konsumsi masyarakat maupun sektor industri, mencapai sekitar 325 ribu ton per tahun. Namun produksi lokal masih jauh dari angka tersebut.

“Produksi jagung Kalimantan Selatan saat ini baru berkisar 130 ribu ton per tahun. Artinya masih ada selisih yang cukup besar antara kebutuhan dan produksi,” ujar Irjen Pol Rosyanto.

Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah perlu ditekan dengan memaksimalkan potensi lahan yang ada, khususnya di Kabupaten Tanah Laut.

“Dengan luas wilayah dan potensi lahan yang dimiliki Tanah Laut, kami optimistis daerah ini bisa menjadi sentra jagung baru di Banua. Jika dikelola secara maksimal, kebutuhan jagung 325 ribu ton per tahun itu bisa kita penuhi secara bertahap,” tegasnya.

Kapolda juga menegaskan komitmen Polda Kalsel untuk mendukung program swasembada jagung tersebut, termasuk dalam pengawasan distribusi sarana produksi pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan (Kadistanhorbun) Tanah Laut, M. Faried Widiantmoko, menyambut baik dukungan dari Polda Kalsel.

“Kami melihat peluang pengembangan jagung di Tanah Laut sangat besar. Dukungan lintas sektor, termasuk dari kepolisian, tentu akan memperkuat upaya kami meningkatkan luas tanam dan produktivitas,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi yang dibangun melalui FGD ini diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala di lapangan, mulai dari distribusi pupuk hingga akses alat pertanian.

Dalam forum tersebut, Polda Kalsel juga menyatakan siap mengawal distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran, menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani, serta mendukung penyediaan alat berat dan bibit berkualitas.

Dengan kolaborasi tersebut, Tanah Laut ditargetkan segera bertransformasi menjadi sentra produksi jagung andalan Kalimantan Selatan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net