fokus6.net, HULU SUNGAI SELATAN – Festival Kemilau Ramadan (FKR) kembali meramaikan suasana bulan suci di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Agenda tahunan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Maret 2026.

Penyelenggaraan tahun ini membawa pendekatan berbeda dibanding sebelumnya. Panitia menitikberatkan pada penguatan kreativitas peserta agar setiap karya memiliki karakter yang menonjol dan mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi para pengunjung.

Koordinator Pelaksana FKR 2026, M. Zakir Maulidi, menyampaikan bahwa perubahan konsep menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan partisipasi. Ia menuturkan, “Tahun ini kami melakukan sejumlah penyesuaian, baik dari sisi konsep maupun kepesertaan, agar festival semakin inklusif dan variatif.”

Ia menambahkan, “Langkah ini diambil untuk memperluas partisipasi, memperkaya variasi karya, serta memperkuat semangat kolaborasi dan silaturahmi antar daerah.”

Di bawah payung kegiatan Festival Kemilau Ramadan, terdapat empat cabang lomba yang dibagi dalam kategori grup dan perorangan. Untuk kategori grup, tersedia Lomba Tanglong serta Lomba Musik Kreatif Bagarakan Sahur yang diikuti peserta se-Kalimantan Selatan. Sementara pada kategori individu, digelar Lomba Madihin Kreatif tingkat provinsi dan Lomba Vlog FKR 2026 yang terbuka bagi masyarakat umum.

Konsep tahun ini dirancang untuk menghadirkan harmoni antara nilai tradisi dan sentuhan inovasi. Ragam lomba yang ditampilkan diharapkan tidak hanya mempertahankan kearifan lokal, tetapi juga memberi ruang ekspresi baru bagi generasi muda.

Dukungan terhadap pelaksanaan festival juga datang dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kepala Bidang Pariwisata, Rony, menilai kegiatan ini memiliki dampak strategis terhadap sektor pariwisata religi di daerah tersebut.

“Kegiatan Festival Kemilau Ramadan memiliki potensi besar dalam menarik kunjungan wisata selama Ramadan. Peningkatan arus pengunjung tentu diharapkan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM, kuliner tradisional, hingga jasa pendukung pariwisata,” ujarnya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net