Ibu Rumah Tangga di Barito Kuala Meninggal di Tengah Kepungan Kabut Asap, Punya Riwayat Asma
fokus6.net, BARITO KUALA – Nor Budiani, 51, ibu rumah tangga asal Desa Puntik Tengah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit di Banjarmasin, Rabu (14/10/2026).
Kepergiannya terjadi ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti kawasan tempat tinggalnya. Sebelum meninggal, Budiani mengalami batuk berulang selama beberapa pekan.
Putri almarhumah, Lestari, mengatakan ibunya memiliki riwayat penyakit asma. Selain itu, kondisi kesehatan Budiani terus menurun hingga kehilangan nafsu makan.
“Sebelumnya memang Mama ini ada riwayat asma. Beberapa minggu ke belakang beliau batuk-batuk, kambuh. Saya ajak periksa ke rumah sakit, tapi Mama tidak mau. Pakai obat apotek saja katanya,” ujar Lestari, Rabu (14/10/2026).
Menurut Lestari, ia sudah menyarankan ibunya menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Namun, Budiani menolak dan memilih menggunakan obat dari apotek.
Di sisi lain, kabut asap terus menyelimuti lingkungan tempat tinggal mereka. Bahkan, Budiani sempat mengeluhkan banyaknya asap dan kebakaran lahan di sekitar permukiman.
“Kalau kata Mama memang di sini kabut banget, banyak api juga, kebakaran di depan sana,” kata Lestari.
Lestari menduga kondisi lingkungan tersebut turut memengaruhi kesehatan ibunya. Namun, keluarga belum mengetahui penyebab pasti kematian Budiani.
“Mungkin karena pengaruh itu juga Mama kayaknya…. (meninggal dunia, red),” ucap Lestari lirih.

Kepergian Budiani meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Sejumlah kerabat, termasuk keluarga yang datang dari Palangkaraya, berkumpul di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
Semasa hidup, Budiani tinggal bersama suaminya, Alex, di Desa Puntik Tengah. Sementara itu, anak-anak mereka telah berkeluarga, termasuk Lestari yang kini tengah mengandung.
Keluarga menyalatkan jenazah Budiani di rumah. Setelah zuhur, ambulans membawa jenazah ke Martapura untuk disemayamkan.
Warga Keluhkan Kabut Asap
Sementara itu, warga di sejumlah wilayah Kecamatan Mandastana masih menghadapi dampak karhutla. Sebelumnya, warga Desa Puntik Luar juga mengeluhkan asap pekat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Bahkan, sejumlah warga mengaku mengalami sesak napas dan meminta bantuan layanan kesehatan. Mereka juga meminta penyediaan masker yang memenuhi standar serta layanan puskesmas selama 24 jam.
Di tengah keluhan tersebut, warga berharap penanganan karhutla segera membuahkan hasil. Dengan begitu, kabut asap tidak terus mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan