KH Husin Naparin Wafat, Kalsel Kehilangan Ulama Lulusan Al Azhar Cairo
fokus6.net, BANJARBARU — KH Husin Naparin Lc, tokoh agama kharismatik dan mantan Ketua MUI Provinsi Kalimantan Selatan dua periode, meninggal dunia pada Rabu (6/6/2026) sekitar pukul 08.30 Wita. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru setelah menjalani perawatan akibat sakit jantung dan paru.
Keponakan almarhum, Ustadz Fahrie, menjelaskan kondisi kesehatan pamannya sudah melemah sejak lama.
“Beliau sakit jantung dan paru dan juga memang sudah sepuh sehingga kondisinya lemah. Sering keluar masuk rumah sakit,” ujar Fahrie.
Jenazah akan disalatkan di Masjid Jami Banjarmasin usai Zuhur. Selanjutnya keluarga membawa jenazah ke pemakaman keluarga di Paringin, Kabupaten Balangan untuk dimakamkan.
KH Husin Naparin, Ulama Kalsel Lulusan Al Azhar dan Punjab University
KH Husin Naparin bin H Muhammad Arsyad lahir di Kalahiang, Paringin, pada 10 November 1947. Almarhum menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ushuluddin Al Azhar University Cairo jurusan Dakwah dan Irsyad hingga meraih gelar Lc pada 1976. Selanjutnya almarhum meraih gelar MA dari Punjab University Lahore Pakistan pada 1986 dan Islamic University Islamabad pada 1987.
Almarhum mengabdi sebagai dosen di STAI Al Jami Banjarmasin sejak 1987 dan dosen luar biasa di IAIN Antasari Banjarmasin. Selain mengajar Bahasa Arab dan Ulum Al Quran, almarhum juga mengajar Fiqih di Fakultas Syariah Al Falah Banjarbaru.
Selain sebagai pendidik, almarhum memimpin Pondok Pesantren Hunafaa Banjarmasin sejak 1985. Almarhum juga menjabat Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren se Kota Banjarmasin periode 1992–1997 dan Ketua Umum Yayasan Ponpes Rasyidiah Khalidiyah Amuntai.
Di bidang kemasjidan, almarhum pernah menjabat Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Raya dua periode 1999–2004 dan Ketua Dewan Masjid Provinsi Kalimantan Selatan 1999–2004. Selain itu almarhum juga pernah menjadi Penasihat Pembangunan Masjid Noor dan Masjid Agung Banjarmasin.
Karir almarhum di luar negeri juga cukup panjang. Almarhum pernah menjadi Pegawai Musim Haji KBRI Jeddah pada 1975, 1977, dan 1978, serta pegawai setempat KBRI Jeddah bagian Tata Usaha dan Politik pada 1978–1983.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan