Wali Kota Banjarbaru Bantu Renovasi TPA Darul Falah, 60 Santri Segera Belajar di Gedung Baru
fokus6.net, BANJARBARU – Kondisi Gedung TPA Darul Falah di Jalan Mistar Cokrokusumo, Cempaka, Banjarbaru, mendapat perhatian Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby.
Bangunan yang sudah berusia puluhan tahun itu mengalami sejumlah kerusakan. Karena itu, Pemko Banjarbaru langsung melakukan rehabilitasi agar para santri bisa belajar dengan lebih aman dan nyaman.
Tahap awal perbaikan dimulai dengan pembongkaran bangunan pada Jumat (8/8/2026) siang.
Gedung TPA Darul Falah memiliki sejarah panjang bagi masyarakat setempat. Sebelum menjadi tempat belajar Al-Qur’an, bangunan kayu tersebut pernah berfungsi sebagai kantor pembakal atau kepala desa.
Setelah itu, bangunan sempat tidak digunakan. Warga kemudian memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Sejak awal 2000-an, masyarakat mulai menggunakan bangunan tersebut sebagai tempat belajar Al-Qur’an di bawah naungan TPA Darul Falah.
Kini, sekitar 60 santri aktif mengikuti kegiatan belajar di TPA tersebut. Para santri belajar Iqra di gedung itu, sedangkan pembelajaran Al-Qur’an berlangsung di tempat lain.
Wali Kota Lisa Halaby sebelumnya meninjau langsung kondisi bangunan. Saat melihat kerusakan yang ada, ia kemudian mengambil langkah untuk membantu proses rehabilitasi.
“Semoga proses rehabilitasi berjalan lancar sehingga nantinya hadir bangunan yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi para santri dalam menuntut ilmu agama,” kata Lisa.
Menurut Lisa, masyarakat juga perlu bersama-sama menjaga fasilitas tersebut setelah proses rehabilitasi selesai.
“Mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an, pembinaan akhlak, serta syiar Islam,” ujarnya.
Apresiasi Respons Cepat Wali Kota Banjarbaru
Kepala TPA Darul Falah, Nayli Kurata Aini, mengaku terharu atas perhatian Pemko Banjarbaru. Sebab, selama ini pihaknya belum pernah menerima bantuan resmi pemerintah untuk memperbaiki gedung TPA.
“Sejak dahulu, jujur belum pernah ada bantuan resmi dari pemerintah yang mengalir ke TPA kami,” ungkap Nayli.
Selama ini, pengurus TPA mengandalkan swadaya untuk memperbaiki kerusakan. Selain itu, orang tua santri juga ikut memberikan sumbangan secara sukarela.
“Apabila ada kebutuhan mendesak atau kerusakan fasilitas yang harus segera ditangani, selama ini kami murni mengandalkan swadaya pengurus serta sumbangan sukarela dari para orang tua santri,” katanya.
Karena itu, Nayli mengapresiasi respons cepat Wali Kota Lisa setelah pihaknya mengajukan permohonan bantuan renovasi.
Ia berharap rehabilitasi gedung dapat meningkatkan semangat para santri untuk belajar. Selain itu, bangunan yang lebih layak juga memberi rasa aman bagi para pengajar dan santri.
“Terima kasih banyak Ibu Wali Kota. Semoga berkah, selalu sehat, dan dilancarkan dalam menjalankan tugas memimpin daerah,” ujar Nayli.
“Mudah-mudahan dengan renovasi ini nantinya, para santri kami bisa makin semangat menuntut ilmu dalam kondisi bangunan yang aman, kokoh, dan nyaman,” lanjutnya.
Pengurus TPA Darul Falah, Riduan, juga menyampaikan apresiasi kepada Pemko Banjarbaru. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap fasilitas pendidikan keagamaan sangat berarti bagi masyarakat Cempaka.
“Kami masyarakat sangat mengharapkan bantuan seperti ini dari pemerintah. Apalagi ini bangunan untuk kepentingan masyarakat,” kata Riduan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wali Kota yang telah membantu renovasi TPA Darul Falah ini,” tegasnya.
Renovasi TPA Jadi Perhatian Pemko Banjarbaru
Bagi masyarakat, renovasi TPA Darul Falah bukan sekadar memperbaiki dinding kayu atau atap bangunan. Lebih dari itu, perbaikan tersebut menyentuh kebutuhan anak-anak yang setiap hari belajar agama di tempat tersebut.
TPA menjadi ruang bagi para santri untuk mengenal huruf Al-Qur’an. Selain itu, mereka belajar nilai agama dan membangun akhlak sejak usia dini.
Karena itu, keberadaan fasilitas yang aman dan layak menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar mereka.
Pemko Banjarbaru juga menempatkan perhatian terhadap pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Langkah tersebut sejalan dengan Misi Pembangunan Kota Banjarbaru 2025–2030.
Melalui revitalisasi sarana pendidikan keagamaan nonformal, pemerintah ingin memastikan anak-anak memiliki ruang belajar yang layak. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, religius, dan berakhlak.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan