fokus6.net, BANJARMASIN – PAMOR Borneo 2026 membuka peluang investasi senilai Rp62,69 triliun di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Ajang tersebut mempertemukan potensi ekonomi lima provinsi di Kalimantan dengan calon investor dan pelaku usaha.

Selain memamerkan produk UMKM, PAMOR Borneo 2026 juga menawarkan sejumlah proyek strategis kepada investor.

Panitia menawarkan 15 proyek strategis dalam ajang tersebut. Dari jumlah itu, tujuh proyek sudah mengantongi 12 Letter of Interest atau surat minat investasi.

Total nilai Letter of Interest itu mencapai Rp62,69 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang investasi yang tersedia di kawasan Kalimantan.

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin mengatakan PAMOR Borneo menjadi ruang untuk mempertemukan potensi daerah dengan investor.

“PAMOR Borneo menjadi ruang untuk mempertemukan potensi daerah dengan pasar dan investor,” ujar Muhidin.

Menurut Muhidin, peluang investasi dan penguatan UMKM perlu berjalan beriringan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi daerah dapat memberi dampak lebih luas kepada masyarakat.

Selain investasi, PAMOR Borneo 2026 juga mempertemukan pelaku UMKM dengan sektor perhotelan.

Dari kerja sama tersebut, nilai perdagangan mencapai Rp100 juta. Sementara itu, sektor pembiayaan menawarkan potensi lebih dari Rp6,2 miliar bagi pelaku UMKM.

PAMOR Borneo 2026 juga membawa agenda digitalisasi transaksi. Salah satunya melalui QRIS Tap yang mulai masuk ke sejumlah layanan transportasi dan sentra perdagangan di Kalimantan Selatan.

Lebih lanjut, digitalisasi tersebut memberi pilihan transaksi yang lebih praktis bagi masyarakat. Selain itu, langkah ini ikut memperluas ekosistem ekonomi digital di Kalimantan.

Baca juga  Pemkab Balangan Ajak Seluruh Elemen Perkuat Perlindungan Anak pada Hari Anak Nasional