fokus6.net, BANJARMASIN – Akademisi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat mendorong pemerintah daerah di Kalimantan Selatan bergerak cepat menghadapi penyebaran campak.

Dekan FKIK ULM, Syamsul Arifin menilai rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani.

Berdasarkan data tahun 2025, cakupan imunisasi dasar lengkap di Kalimantan Selatan baru mencapai 38,08 persen.

“Angka ini masih rendah dan perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Syamsul.

Menurutnya, pemerintah provinsi hingga kabupaten dan kota harus menyiapkan langkah cepat dan terukur agar kasus campak tidak meluas.

Syamsul menjelaskan ada tiga langkah penting yang perlu pemerintah jalankan untuk menekan penyebaran campak.

Langkah pertama yakni menggelar imunisasi massal guna memutus rantai penularan penyakit.

Selanjutnya, pemerintah perlu memperkuat sistem surveilans dan rujukan agar petugas kesehatan bisa mendeteksi kasus lebih dini.

Dengan deteksi cepat, tenaga medis dapat segera memberikan penanganan dan terapi kepada pasien.

Selain itu, Syamsul juga meminta pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor dan komunikasi publik.

Menurutnya, masyarakat harus memahami bahaya campak serta pentingnya imunisasi bagi anak.

“Penanganan campak tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Semua pihak harus terlibat,” katanya.

Lebih jauh akademisi Universitas Lambung Mangkurat itu menegaskan pemerintah daerah, tenaga pendidikan, hingga masyarakat perlu bergerak bersama agar penyebaran campak di Kalimantan Selatan bisa tertangani.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Barito Putera Gagal Promosi Meski Hajar Persipal 8-3, PSS Sleman Naik Kasta