fokus6.net, BANJARBARU — Suasana rekonstruksi pembunuhan sadis ustazah di Banjarbaru berubah haru. Mudi’ah tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan langsung adegan demi adegan yang merenggut nyawa anak sambungnya, HN.

Korban merupakan ustazah yatim piatu yang mengajar di salah satu pondok pesantren di Kalimantan Selatan. Warga sebelumnya menemukan jasadnya di semak belukar Jalan Seledri, Sungai Ulin.

Polisi bergerak cepat dan langsung menangkap dua pelaku, AS (40) dan MF (43), yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kebun.

Dalam rekonstruksi, polisi memperagakan puluhan adegan. Kedua pelaku ternyata sudah lama mengincar korban yang sering melintas di lokasi tersebut.

Saat hari kejadian, pelaku langsung menyerang. Ia memukul kepala korban dengan balok kayu hingga korban jatuh dari motor. Setelah itu, pelaku merampas tas dan mencari barang berharga.

Pelaku lalu menyeret tubuh korban ke semak-semak. Namun korban sempat sadar dan berteriak. Pelaku panik, lalu kembali memukul kepala korban hingga tewas.

Mudi’ah menangis histeris setelah menyaksikan rekonstruksi. Ia mendesak aparat menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku.

“Saya minta keadilan. Hukum seberat-beratnya,” ujarnya.

Kapolres Banjarbaru, Pius X Febry Aceng Loda, menegaskan motif pembunuhan sadis ustazah karena faktor ekonomi. Salah satu pelaku mengaku butuh uang untuk biaya sekolah anaknya di Pulau Jawa.

Polisi menjerat kedua pelaku dengan pasal pembunuhan berencana. Mereka terancam hukuman mati.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Limbah Dapur Disulap Jadi Pakan Maggot, Lapas Banjarmasin Jalankan Pembinaan Ramah Lingkungan