fokus6.net, BANJARBARU – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut musim hujan di Kalimantan Selatan mengalami keterlambatan. Menurutnya, kondisi itu membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan masih perlu kerja ekstra.

Raja Juli menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi karhutla di kawasan Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Menurut Raja Juli, kondisi Karhutla Kalsel saat ini lebih terkendali ketimbang Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Namun, ancaman kebakaran masih ada karena musim kemarau belum berakhir.

“Informasi dari BMKG, hujannya masih lebih dari 50 hari lagi. Jadi, kita masih punya waktu yang cukup panjang untuk melakukan penanganan dan pencegahan,” ujar Raja Juli Antoni.

Karena itu, pemerintah masih perlu menjaga kesiapsiagaan di sejumlah wilayah. Terutama pada kawasan yang memiliki lahan gambut dan rawan kembali terbakar.

Pemerintah Tambah Personel Karhutla

Selanjutnya, pemerintah akan menambah personel satuan tugas darat untuk memperkuat penanganan karhutla.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kebutuhan alat pelindung diri bagi petugas. Insentif untuk personel yang bertugas di lapangan juga menjadi perhatian.

Sementara itu, pemadaman melalui udara atau water bombing akan menyasar lokasi yang sulit dijangkau tim darat.

Berdasarkan data hingga 23 September 2026, luas karhutla di Kalimantan Selatan mencapai 24.134 hektare.

Di sisi lain, sebanyak 3.557 personel satgas darat sudah bertugas menangani karhutla di berbagai wilayah Kalsel.

Dengan musim hujan yang masih terlambat, pemerintah meminta penanganan karhutla tetap berjalan. Sebab, kondisi lahan yang kering masih dapat memicu munculnya titik api baru.

Penulis/Reporter: Fahrulani

Baca juga  PT Virgo Karya Shipping Cabang Banjarmasin Belum Pastikan Jadwal Pengangkatan Kapal