fokus6.net, TANAH LAUT – Musim kemarau yang berlangsung sekitar empat bulan mulai berdampak pada sejumlah objek wisata alam di Kabupaten Tanah Laut.

Salah satunya Pemandian Mekar Banyu Batuah di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin. Debit air sungai yang menjadi daya tarik utama wisata tersebut kini terus menurun.

Padahal, kawasan pemandian itu biasanya ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada sore hari. Namun, kondisi air yang semakin dangkal membuat jumlah pengunjung ikut berkurang.

Objek wisata tersebut berjarak sekitar lima kilometer dari ibu kota Kabupaten Tanah Laut. Karena itu, warga dari wilayah sekitar cukup sering datang untuk menikmati suasana sungai.

Akan tetapi, kondisi kemarau membuat aliran sungai tidak lagi sederas biasanya. Selain mengurangi kenyamanan pengunjung, kondisi tersebut juga membuat pengelola harus mencari cara agar air tetap tersedia di kawasan pemandian.

Kelompok sadar wisata setempat kemudian membendung sebagian aliran sungai. Langkah itu dilakukan untuk mempertahankan genangan air agar kawasan pemandian tetap bisa digunakan.

Kepala Desa Sungai Bakar, Hadran, mengatakan penurunan debit air memang berdampak terhadap aktivitas wisata di wilayahnya.

“Kalau airnya mulai surut, otomatis pengunjung juga berkurang. Biasanya sore hari cukup ramai, tetapi sekarang tidak seramai saat kondisi air masih normal,” kata Hadran.

Menurut Hadran, pengelola bersama masyarakat terus berupaya menjaga kondisi kawasan wisata. Salah satunya dengan mengatur aliran air agar genangan di lokasi pemandian tetap bertahan.

Selain itu, masyarakat berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga debit sungai kembali meningkat. Dengan begitu, aktivitas wisata di Pemandian Mekar Banyu Batuah bisa kembali ramai.

Kemarau juga membuat pengelola harus lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Sebab, keberadaan air menjadi faktor utama yang menentukan daya tarik wisata alam tersebut.

Baca juga  Pelaku Pembunuhan di Kuin Cerucuk Banjarmasin Masih Buron

Penulis/Reporter: Basuki Rahmat