fokus6.net, KABUPATEN BANJAR — Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar mengklaim terus melakukan penjagaan di akses Desa Biih, Kecamatan Karang Intan, untuk mencegah truk batu bara melintas di jalan warga. Namun, aktivitas angkutan tambang hingga kini masih terus terjadi.

Petugas Dishub terlihat berjaga di Simpang Empat Mali-Mali Karang Intan. Mereka menghentikan sejumlah truk batu bara dan meminta sopir memutar balik saat hendak masuk ke kawasan Desa Biih.

Meski penjagaan berlangsung hampir satu bulan, truk batu bara masih terlihat melintas di jalan desa. Aktivitas tersebut membuat kondisi jalan warga semakin rusak dan berdebu.

Warga juga mengeluhkan ancaman keselamatan akibat lalu lalang kendaraan bertonase berat di akses utama permukiman.

Salah satu warga Desa Biih, Abdul Hamid, mengaku kecewa karena aktivitas angkutan tambang belum juga berhenti meski pemerintah sudah menurunkan petugas.

“Petugas memang ada berjaga, tapi truk batu bara masih saja lewat. Jalan desa semakin rusak dan membahayakan warga,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, menegaskan pihaknya terus melakukan penjagaan agar angkutan batu bara tidak menggunakan fasilitas umum dan jalan milik masyarakat.

“Kami menempatkan petugas di lapangan untuk mencegah angkutan batu bara melintas di jalan desa,” katanya.

Namun di sisi lain, aktivitas tambang di sejumlah titik Desa Biih masih terlihat berjalan menggunakan alat berat. Kondisi tersebut membuat arus truk batu bara di jalan Desa Biih masih akan terus berlangsung.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  PKK Tanah Laut Gelar Pasar Murah untuk Bantu Warga