fokus6.net, BALANGAN — Dinas Kesehatan Balangan mencatat 30 kasus positif campak Balangan dari hasil uji laboratorium terhadap 71 sampel praduga yang pihaknya kirimkan sejak awal tahun hingga April 2026.

Angka ini berpotensi bertambah karena Dinas Kesehatan kembali mengirimkan 16 sampel praduga baru ke laboratorium di Banjarbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Bidang P2P Dinkes Balangan, Juhriadi, membenarkan tercatat ada 30 kasus positif campak dengan sebaran di beberapa kecamatan. Kecamatan Paringin mencatat kasus terbanyak dari seluruh wilayah terdampak.

“Baru-baru ini kami kirimkan 71 sampel dari kasus dugaan campak yang terdeteksi di Balangan dan hasilnya 30 sampel positif. Per hari ini pula sebanyak 16 sampel praduga campak kembali dikirimkan, kami masih menunggu hasilnya,” ujar Juhriadi, Jumat (1/5/2026).

Mayoritas penderita adalah anak-anak yang belum pernah mendapat imunisasi campak sehingga pertahanan tubuh mereka sangat lemah saat virus menyerang. Selain anak-anak, balita usia delapan bulan hingga orang dewasa juga mulai terjangkit.

Beberapa pasien bahkan harus petugas bawa ke Puskesmas dan rumah sakit karena mengalami komplikasi serius.

“Kondisi paling parah yang kami temukan adalah komplikasi pneumonia dan rata-rata pasien telah menjalani perawatan di Puskesmas dan rumah sakit,” tegas Juhriadi.

Petugas kesehatan langsung turun ke desa-desa dan sekolah dasar untuk menyisir anak-anak yang belum mendapat imunisasi. Langkah jemput bola ini bertujuan membangun kekebalan kelompok yang selama ini lemah di beberapa wilayah Balangan.

Juhriadi menjelaskan jika cakupan imunisasi di suatu lingkungan rendah maka penularan virus campak akan terus berlanjut dan memakan korban baru.

Lebih jauh, ia meminta masyarakat harus segera melengkapi imunisasi anak. Termasuk juga melakukan isolasi mandiri jika menemukan gejala panas tinggi beserta bercak merah.

Baca juga  Kapal Nelayan Rusak Usai Ditabrak Tongkang Pacific 3028 di Dermaga Banjar Raya Banjarmasin

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net