fokus6.net, KABUPATEN BANJAR — Sopir truk batu bara tetap ngeyel melintas di Jalan Desa Biih, Kecamatan Karang Intan, meski pemerintah sudah melarang. Mereka memanfaatkan waktu malam saat petugas tidak berjaga untuk tetap melintas.

Dishub Kabupaten Banjar sebenarnya sudah menutup akses jalan dari pukul 15.00 hingga 20.00 WITA. Namun, sopir truk justru mengakali aturan dengan melintas setelah jam pengawasan berakhir.

Video yang beredar memperlihatkan deretan truk batu bara melintas bebas di jalan desa pada malam hari. Aktivitas ini terus terjadi dan memicu keluhan warga.

Kepala Dishub Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, langsung merespons laporan warga. Ia menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan di lapangan.

“Kami terima banyak laporan. Kami akan tindak lanjuti dan evaluasi pola penjagaan,” ujarnya.

Dinas Perhubungan menyiagakan petugas di beberapa titik, namun sopir truk batu bara tetap mencari celah. Mereka menunggu petugas pergi, lalu kembali melintas.

Sekretaris Daerah Banjar, Yudi Andrea, menyebut pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah tegas. Ia memastikan akan segera mempertemukan pemilik angkutan dan penambang.

“Kami koordinasikan dengan kepala desa. Dalam waktu dekat kami duduk bersama mencari solusi,” kata Yudi.

Warga Desa Biih terus mengeluhkan kondisi jalan yang rusak akibat angkutan batu bara. Jalan tersebut seharusnya melayani aktivitas warga, bukan kendaraan tambang.

Kerusakan jalan semakin parah karena truk terus melintas tanpa henti. Jika kondisi ini terus berlarut-berlarut, upaya perbaikan jalan bakal sia-sia.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Proyek Pematangan Lahan RS Tipe D Gambut Rp10 Miliar Molor, Kontraktor Disebut Kabur