Kekurangan GPK, Pemko Banjarbaru Percepat Rekrutmen untuk Pendidikan Inklusif
fokus6.net, BANJARBARU — Kekurangan GPK alias guru pendamping khusus untuk anak berkebutuhan khusus tengah jadi persoalan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dinas Pendidikan Banjarbaru mencatat ada 629 ABK yang tersebar di 43 sekolah. Namun, jumlah GPK yang tersedia saat ini hanya 77 orang. Kondisi ini membuat layanan pendidikan belum optimal.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menegaskan pemerintah segera menutup kekurangan tersebut melalui rekrutmen baru.
“Kami siapkan penambahan GPK melalui skema PJLOP agar layanan pendidikan inklusif bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Pemko Banjarbaru menargetkan kebutuhan ideal mencapai 120 GPK. Artinya, masih kekurangan sekitar 43 GPK atau tenaga pendamping yang harus segera terpenuhi.
Proses rekrutmen kini mulai dipersiapkan. Pemerintah menjadwalkan pengumuman hasil seleksi kompetensi dan wawancara pada 7 Mei 2026 melalui kanal resmi.
Selain menambah tenaga, Unit Layanan Disabilitas (ULD) Dinas Pendidikan juga bergerak melakukan asesmen terhadap ABK. Tim memetakan kebutuhan belajar setiap siswa agar penanganan lebih tepat.
Asesmen ini fokus pada siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Dengan cara ini, pemerintah dapat menempatkan siswa di sekolah yang sesuai.
“Hasil asesmen menjadi dasar rekomendasi bagi siswa untuk masuk ke satuan pendidikan yang tepat,” jelas Lisa.
Data tersebut juga membantu GPK dalam menyusun metode pembelajaran. Guru dapat menyesuaikan pendekatan belajar sesuai kondisi masing-masing anak.
Untuk menjaga kualitas, Dinas Pendidikan menggandeng Universitas Lambung Mangkurat dalam proses asesmen. Kolaborasi ini memastikan hasil yang lebih akurat dan terukur.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan