fokus6.net, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah strategis untuk mendapatkan kepercayaan FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Upaya tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir setelah Indonesia dinilai sukses menggelar Piala Asia Futsal 2026 di Jakarta, baik dari sisi organisasi maupun tingginya antusiasme penonton.

Kesuksesan itu semakin terasa setelah Timnas Futsal Indonesia mencatat sejarah dengan menembus final dan finis sebagai runner-up. Bermain di hadapan puluhan ribu suporter di Indonesia Arena, Senayan, Sabtu (7/2/2026), Indonesia memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya kalah dramatis dari Iran lewat adu penalti 4-5, setelah skor imbang 5-5 bertahan hingga babak tambahan waktu.

Erick menilai atmosfer pertandingan serta kualitas penyelenggaraan menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk menggelar turnamen kelas dunia. Ia pun membuka peluang bagi Indonesia untuk mencoba mengajukan diri sebagai tuan rumah ajang paling bergengsi di futsal tersebut.

“Makanya tadi kami dari pemerintah, dari futsal, siapa tahu bisa coba-coba bikin Kejuaraan Dunia Futsal di Indonesia. Siapa tahu bisa, namanya juga usaha,” ujar Erick usai laga final.

Meski optimistis, Erick mengingatkan bahwa proses menuju tuan rumah tidaklah sederhana. Salah satu pertimbangan utama FIFA adalah rotasi kawasan. Piala Dunia Futsal terakhir pada 2024 digelar di Uzbekistan, sehingga peluang Asia kembali menjadi tuan rumah dua edisi beruntun masih menjadi tanda tanya.

“Kalau Indonesia dapat 2028, berarti Asia dua kali berturut-turut. Ini yang kami lihat, apakah FIFA mau bertoleransi. Kita tunggu dan kita lihat nanti,” kata Erick yang juga menjabat Ketua Umum PSSI.

Sinyal serupa datang dari Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi awal dengan FIFA telah dilakukan, meski pembicaraan masih berada pada tahap awal dan memerlukan proses panjang.

“Kami sebenarnya sudah menyampaikan ke FIFA. Tapi tentu setelah acara ini kami berharap FIFA bisa melihat langsung antusiasme luar biasa di Indonesia Arena, bahwa futsal di Indonesia sangat berkembang,” ujar Michael.

Menurutnya, tantangan geografis memang tidak bisa diabaikan karena FIFA biasanya memindahkan lokasi turnamen ke benua berbeda setelah satu edisi selesai. Namun, ia percaya Indonesia memiliki modal kuat untuk meyakinkan federasi sepak bola dunia tersebut.

“Memang biasanya setelah Asia, pindah ke benua lain. Tapi kami akan membangun argumen, meyakinkan FIFA agar memberi kesempatan kepada Indonesia karena kami punya momentum,” tegasnya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net