fokus6.net, BARITO KUALA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjalar hingga mendekati permukiman Kompleks Batola Residence, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Sedikitnya tiga rumah warga terdampak akibat kobaran api yang terus mendekati kawasan perumahan.

Situasi tersebut memicu kepanikan warga. Mereka bergegas menyelamatkan diri dan barang berharga, sementara petugas pemadam kebakaran berupaya menahan laju api agar tidak menjalar ke lebih banyak rumah.

Titik Api Mengepung Kawasan Perumahan

Banyaknya titik api di sekitar kompleks menyulitkan petugas mengendalikan kebakaran. Selain harus menghadapi kobaran api yang menyebar, mereka juga kesulitan mendapatkan air untuk pemadaman.

Petugas pemadam kebakaran, Arif Lukman Hakim, mengatakan titik api tersebar di sejumlah area dekat permukiman. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk melindungi rumah warga.

“Petugas cukup kesulitan karena titik api tersebar di sekitar permukiman. Selain itu, sumber air di lokasi sangat terbatas sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit,” ujar Arif.

Petugas Kesulitan Mendapatkan Sumber Air

Minimnya persediaan air menjadi kendala utama dalam penanganan karhutla di Batola Residence. Bahkan, petugas mencoba menyedot lumpur dari kolong rumah warga untuk mendapatkan air, tetapi upaya itu belum berhasil.

Karena keterbatasan tersebut, sebagian petugas menggunakan peralatan seadanya untuk menahan kobaran api. Mereka memukul api dengan ranting pohon agar tidak menjalar ke area lain.

Di tengah kondisi sulit itu, petugas terus berupaya melokalisasi kebakaran. Mereka berusaha mencegah api mencapai rumah lain dan memperluas dampak kebakaran di kawasan permukiman.

Namun, banyaknya titik api dan terbatasnya sumber air membuat proses pemadaman berlangsung sulit. Petugas pun harus terus mengatur upaya penanganan agar kobaran api tidak semakin mendekati rumah warga.

Baca juga  Jual Solar Subsidi Ilegal, Pria di Banjarmasin Diamankan Polisi

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net