fokus6.net, BANJARMASIN – Stefanus sudah berminggu-minggu berada di Banjarmasin. Ia masih menunggu tiga anggota keluarganya yang hilang setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di Laut Jawa pada 13 September 2026.

Namun, penantian Stefanus bukan hanya untuk mengetahui keberadaan keluarganya. Ia membutuhkan jenazah atau bagian tubuh mereka agar keluarga di Flores dapat menjalankan ritual adat.

“Pokoknya anggota tubuhnya kita kuburkan melalui adat. Jadi sekarang kami tidak bisa proses kalau anggota tubuh keluarga kami belum ketemu,” kata Stefanus saat audiensi dengan PT Virgo Karya Shipping di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (7/10/2026).

Karena itu, Stefanus meminta bangkai KM Virgo Transport 8 segera pihak kapal angkat. Ia berharap pencarian di dalam kapal bisa menemukan tiga anggota keluarganya yang masih hilang.

Stefanus mengatakan keluarga tidak menuntut jenazah dalam kondisi utuh. Bagian tubuh seperti tulang, tangan, atau kaki tetap cukup bagi keluarga untuk menjalankan prosesi adat.

“Mau tulang, kaki, pokoknya anggota tubuhnya lah. Yang penting melihat, kelihatan, sehingga proses adat di kampung itu bisa berjalan,” ujarnya.

Dua anggota keluarga Stefanus tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8. Sementara itu, satu lainnya menggunakan nama alias yang terungkap dari keterangan temannya yang selamat.

Bagi Stefanus, pengangkatan kapal menjadi kesempatan untuk memastikan keberadaan ketiga keluarganya. Setelah kapal terangkat, tim dapat memeriksa bagian dalam untuk mencari korban yang masih hilang.

“Dalam bentuk apapun saya harus lihat jenazah keluarga kami. Kapal harus diangkat. Apabila keluarga kami tidak juga ditemukan, kami menerima dengan lapang dada dan kami akan melakukan ritual,” tegasnya.

Jika pencarian di dalam kapal tidak menemukan ketiga keluarganya, Stefanus mengaku siap menerima hasil tersebut. Ia hanya ingin memastikan seluruh bagian kapal sudah diperiksa.

Baca juga  Hari Kesembilan Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Lima Korban Meninggal Kembali Ditemukan

“Kalau sudah terangkat, sudah petugas cari di dalam kapal, keluarga kami tidak ketemu pun kami dengan ikhlas, lapang dada. Artinya usaha sudah, tapi nihil, ya kita juga legowo menerima kenyataan itu,” katanya.

Stefanus mengatakan keluarga tidak menuntut jenazah dalam kondisi utuh. Bagian tubuh seperti tulang, tangan, atau kaki tetap cukup bagi keluarga untuk menjalankan prosesi adat.
Stefanus mengatakan keluarga tidak menuntut jenazah dalam kondisi utuh. (Foto: Fokus6.net)

Keluarga Kembali Desak Kapal Diangkat

Desakan Stefanus sejalan dengan permintaan keluarga korban lainnya. Mereka kembali meminta PT Virgo Karya Shipping memberikan kepastian mengenai pengangkatan bangkai kapal.

Permintaan itu terungkap dalam mediasi di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (7/10/2026). Pertemuan tersebut sudah memasuki mediasi keempat.

Basarnas, KSOP, Pelindo, kepolisian, dan Jasa Raharja turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Karina, salah satu keluarga korban, mengatakan pihak keluarga sudah meminta pengangkatan kapal sejak mediasi sebelumnya. Namun, sampai pertemuan keempat, keluarga belum mendapat kepastian waktu pelaksanaan.

“Katanya waktu mediasi sebelumnya, dua sampai tiga hari prosesnya. Sampai hari ini sudah minggu keempat tidak ada kepastian,” katanya.

PT Virgo Siapkan Penyelaman

Sementara itu, PT Virgo Karya Shipping mulai menyiapkan tahapan teknis untuk pengangkatan bangkai kapal. Tim penyelam akan melakukan pemetaan pada Kamis (8/10/2026).

Kuasa hukum PT Virgo Karya Shipping, Rully Fahrizal, mengatakan penyelaman akan mengecek posisi dan kondisi bangkai KM Virgo Transport 8.

“Dari pihak kami akan melakukan proses penyelaman, pemetaan itu mulai hari Kamis besok. Kita melakukan penyelaman untuk mengetahui posisi kapal,” kata Rully, Rabu (7/10/2026).

Selain posisi kapal, tim juga akan memeriksa kondisi bagian dalam bangkai. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan oil recovery atau penanganan minyak.

Kemudian, hasil penyelaman akan membantu menentukan titik pemasangan dudukan cincin untuk proses pengangkatan kapal.

Rully mengatakan tim membutuhkan data kondisi kapal secara rinci. Sebab, bobot KM Virgo Transport 8 mencapai sekitar 9.000 ton tanpa menghitung muatan.

Baca juga  KPK Bongkar Dugaan Konflik Kepentingan Fadia Arafiq, Suami dan Anak Terlibat PT RNB

“Untuk menentukan dudukan cincin itu saja kayaknya prosesnya juga bisa memakan waktu cukup lama,” ujarnya.

Karena itu, keluarga kini menunggu hasil penyelaman tersebut. Mereka berharap proses pengangkatan segera berjalan agar pencarian korban sekaligus kebutuhan ritual adat keluarga di Flores dapat menemukan kepastian.

Penulis/Reporter: Fahrulani