fokus6.net, BANJARMASIN – Polda dan Pemprov Kalsel menggandeng perguruan tinggi untuk memperkuat penanganan bencana. Pertemuan bersama Forkopimda dan pimpinan kampus pada Senin (26/10/2026) menghasilkan kesepakatan pembentukan Forum Rektor dan Crisis Center.

Pertemuan di Banjarmasin itu membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kesiapsiagaan banjir, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta persoalan ketenagakerjaan. Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap kampus turut menyumbangkan kajian ilmiah dan solusi untuk berbagai persoalan di Kalimantan Selatan.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan mengapresiasi keterlibatan kalangan akademisi. Menurut Kapolda, dukungan perguruan tinggi penting untuk memperkuat mitigasi dan penanganan bencana.

Forum Rektor dan Crisis Center Perkuat Koordinasi

Gubernur Kalsel H. Muhidin menjelaskan, Forum Rektor dan Crisis Center akan menyatukan komunikasi antara pemerintah, kepolisian, dan perguruan tinggi. Selain itu, forum tersebut membantu menyebarkan informasi penanganan bencana kepada masyarakat kampus.

“Hari ini kami memfasilitasi pertemuan antara Forkopimda dan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Kita sepakat membentuk semacam Forum Rektor dan Crisis Center agar informasi dan berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan dapat tersampaikan dengan jelas. Perguruan tinggi nantinya dapat menyebarluaskan informasi ini kepada para dosen dan mahasiswa,” ujar Muhidin.

Dengan adanya forum tersebut, pemerintah berharap dosen dan mahasiswa mendapat informasi yang jelas mengenai kondisi bencana serta langkah penanganannya. Selanjutnya, kampus dapat membantu menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Perguruan Tinggi Bantu Penanganan Karhutla

Di tengah upaya pemadaman karhutla, Kapolda Kalsel menilai kontribusi perguruan tinggi dapat memperkuat strategi penanganan jangka panjang. Saat ini, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, UPTD, dan relawan terus berupaya mengatasi kebakaran di lapangan.

Baca juga  Mulyono Gunakan Uang Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah

Kapolda juga menyoroti rencana restorasi lahan gambut dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Menurutnya, kajian tersebut dapat mendukung pencegahan kebakaran lahan secara berkelanjutan.

“Saat ini Pemprov, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, UPTD, hingga para relawan terus bekerja keras memadamkan api dan melakukan berbagai inovasi penanganan di lapangan. Masukan dari perguruan tinggi, seperti rencana restorasi lahan gambut dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), sangat berharga untuk penanganan dan pencegahan jangka panjang di Kalimantan Selatan,” tegas Kapolda.

Sementara itu, perwakilan perguruan tinggi menyatakan kesiapan kampus untuk mendukung pemerintah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut akan diarahkan untuk membantu penanganan bencana dan kegiatan kemanusiaan.

“Perguruan tinggi tidak akan tinggal diam dan selalu siap membersamai pemerintah daerah, kepolisian, serta masyarakat. Melalui Forum Rektor ini, peran Tri Dharma akan kita optimalkan secara lebih masif dan terstruktur, baik dalam hal penelitian penanganan bencana maupun aksi pengabdian di lapangan,” ungkapnya.

Pemprov Kalsel Tanggapi Persoalan PHK Sektor Tambang

Selain membahas bencana, Muhidin turut menanggapi persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan. Menurutnya, kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sempat menghentikan operasional sejumlah tambang.

Akibatnya, sejumlah pekerja harus dirumahkan. Namun, setelah dokumen RKAB terbit, pemerintah berharap aktivitas pertambangan kembali berjalan normal dan membuka peluang bagi pekerja untuk kembali bekerja.

Penulis/Reporter: Fahrulani