fokus6.net, BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat Kalimantan Selatan. Isu ini mengemuka dalam Lambung Mangkurat Medical Seminar (LUMMENS) ke-7 yang membahas tantangan kesehatan global.

Ketua Panitia LUMMENS ke-7, Dr. dr. Istiana, M.Kes., menilai karakteristik lahan gambut dan lahan basah di Kalsel perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, kondisi tanah yang mengering saat kemarau meningkatkan risiko kebakaran.

“Kalimantan Selatan memiliki karakter tanah gambut dan lahan basah. Ketika musim kemarau terjadi pengeringan di bawah tanah yang membuat lahan mudah terbakar, dan saat ini juga terjadi karhutla,” ujar Istiana.

Lahan Gambut Kalsel Rentan Terbakar

Menurut Istiana, pengeringan tanah gambut menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai saat kemarau. Terlebih, cuaca kering yang berlangsung lama dapat meningkatkan kerentanan lahan terhadap kebakaran.

Selain merusak lingkungan, karhutla juga menghasilkan asap yang mengganggu kualitas udara. Paparan asap tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.

Karena itu, ULM turut mengangkat hubungan antara kondisi lingkungan dan kesehatan dalam seminar internasional tersebut. Pembahasan ini relevan dengan kondisi Kalimantan Selatan yang memiliki kawasan gambut dan lahan basah.

Perubahan Iklim Berkaitan dengan Risiko Kesehatan

LUMMENS ke-7 juga membahas perubahan iklim dan penyakit infeksi sebagai bagian dari tantangan kesehatan global. Perubahan kondisi lingkungan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi berbagai persoalan kesehatan, khususnya di wilayah tropis.

Melalui forum ini, peserta mendiskusikan hubungan antara kesehatan lingkungan, penyakit tropis, epidemiologi, dan pencegahan penyakit infeksi. Dengan demikian, pembahasan tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit, tetapi juga pada faktor lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

Baca juga  Ananda Mengaku Tak Tahu Anggaran Buah dan Susu Rp228 Juta, Akademisi ULM Sebut Tak Rasionalis

LUMMENS ke-7 berlangsung hingga 24 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan 209 peserta yang mengikuti seminar secara daring maupun luring.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net