Sembilan Penyelam Cari Jenazah KM Virgo Transport 8, Proses Salvage Bangkai Kapal Terus Berjalan
fokus6.net, BANJARMASIN – PT Virgo Karya Shipping mengerahkan sembilan penyelam untuk mencari jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang diduga masih berada di dalam bangkai kapal. Operasi pencarian tersebut telah berlangsung selama lima hari.
Perusahaan memprioritaskan pencarian jenazah sebelum mengangkat bangkai kapal. Sebab, proses salvage berisiko merusak jenazah jika masih ada korban di dalam kapal.
Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Fransiscus Rihi, mengatakan tim terus berupaya menemukan dan mengevakuasi jenazah. Namun, perusahaan juga harus memperhatikan keselamatan penyelam serta kondisi bangkai kapal.
“Kami mengkhawatirkan bila terjadi kegiatan salvage ada hal-hal yang tidak kami inginkan, itu bisa merusak jenazah. Jadi, sedapat mungkin kami memastikan pada saat salvage nanti sudah tidak ada lagi jenazah yang tertinggal,” ujar Simson.
Ia menyampaikan hal tersebut seusai audiensi dengan keluarga korban di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (20/10/2026) sore.
Sementara itu, perusahaan memperkirakan pengangkatan bangkai kapal mundur dari target Oktober hingga awal 2027. Karena itu, tim terus melakukan pencarian dan membersihkan bagian kapal sebelum proses pengangkatan.
Penyelam Sisir Geladak hingga Kamar Mesin
Dalam operasi ini, penyelam menyisir sejumlah bagian kapal, mulai dari geladak hingga kamar mesin. Mereka juga menggunakan peralatan khusus untuk membuka kompartemen tanpa memecahkan kaca.
Namun, tim belum bisa memeriksa seluruh bagian kapal sekaligus. Mereka harus membersihkan tumpahan oli dan minyak serta menetralkan bahan kimia terlebih dahulu.
Tim memulai pembersihan dari bagian lambung kapal yang berada dalam posisi terbalik. Langkah tersebut bertujuan memperbaiki jarak pandang penyelam saat mencari korban.
“Yang paling esensial supaya pandangan para penyelam jelas saat melakukan pencarian. Saat ini yang sudah kami lakukan baru di bagian lambung atas dulu,” kata Simson.
Setelah proses pembersihan selesai, tim akan mengevaluasi kondisi bawah laut. Jika situasi memungkinkan, penyelam melanjutkan pencarian ke bagian lain, termasuk kamar mesin.
Arus Bawah Laut Hambat Pencarian
Selain kondisi di dalam kapal, arus bawah laut menjadi kendala utama bagi penyelam. Cuaca yang berubah-ubah dan gelombang tinggi juga membatasi waktu pencarian.
Simson mengungkapkan, dalam salah satu operasi sebelumnya, penyelam hanya mampu bekerja sekitar dua setengah jam. Saat itu, perubahan cuaca dan penguatan arus membuat kondisi penyelaman semakin sulit.
Karena itu, tim menerapkan prosedur keselamatan secara ketat. Para penyelam menggunakan tali pegangan dan tidak melakukan free diving untuk menghindari risiko terseret arus.
“Kami khawatirkan bukan gelombang, tetapi arus. Kami melakukan penyelaman dengan menggunakan tali pegangan, bukan free diving. Kalau free diving, penyelam bisa tertarik arus,” tegasnya.
Selain menjalankan operasi penyelaman, PT Virgo Karya Shipping berkoordinasi dengan pihak asuransi. Perusahaan juga meminta pendampingan dan arahan Basarnas agar pencarian berjalan sesuai prosedur keselamatan.
Sebanyak 53 Korban Masih Hilang
Berdasarkan data dalam laporan ini, KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang. Tim berhasil mengevakuasi 190 orang, terdiri atas 108 korban selamat dan 82 korban meninggal dunia.
Sementara itu, 53 orang masih hilang. Perusahaan terus mencari kemungkinan adanya jenazah yang tertinggal di dalam bangkai kapal.
Karena itu, pencarian dan pembersihan kapal menjadi prioritas sebelum proses salvage. Adapun pengangkatan bangkai kapal yang semula targetnya pada Oktober kini perkiraan mundur hingga awal 2027.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan