fokus6.net, BANJARMASIN – Kasus gangguan pernapasan di Kalimantan Selatan (Kalsel) meningkat di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). RSUD Ulin Banjarmasin mencatat lonjakan pasien rawat inap hingga 47,6 persen pada September 2026 dibandingkan Juli.

Kenaikan ini terlihat pada pasien pneumonia, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan asma. Selain itu, rumah sakit juga mencatat peningkatan pasien anak yang membutuhkan perawatan.

Secara nasional, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga Oktober 2026. Kasus tersebut tersebar di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi. Dari total itu, sebanyak 62.400 kasus menyerang balita.

Pasien Gangguan Pernapasan RSUD Ulin Melonjak

Kasi Pelayanan Medik Rawat Jalan RSUD Ulin Banjarmasin, Helmina, mengatakan jumlah pasien rawat inap dengan gangguan pernapasan meningkat pada September.

“Peningkatan itu sudah kami lihat dengan jelas. Kami memakai data Juli 2026 sebagai baseline, karena pada bulan itu belum ada karhutla di Kalsel,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Data RSUD Ulin menunjukkan 164 pasien menjalani rawat inap akibat gangguan pernapasan pada Juli 2026. Jumlahnya naik menjadi 167 pasien pada Agustus.

Selanjutnya, angka tersebut melonjak menjadi 242 pasien pada September. Artinya, jumlah pasien meningkat 47,6 persen dibandingkan Juli dan 44,9 persen dibandingkan Agustus.

Pasien Pneumonia Mendominasi Kenaikan

Pneumonia menjadi penyumbang terbesar kenaikan pasien rawat inap. Menurut Helmina, jumlah pasien dengan diagnosis tersebut bertambah dari 137 orang pada Juli menjadi 202 orang pada September.

Pneumonia juga mencakup sekitar 83 persen dari seluruh pasien gangguan pernapasan yang menjalani rawat inap di RSUD Ulin.

Selain pneumonia, pasien PPOK juga mengalami peningkatan. Jumlahnya naik dari 15 orang pada Juli menjadi 26 orang pada September.

Baca juga  Karhutla di Tungkaran Kabupaten Banjar Nyaris Lahap Rumah Warga, Api Tinggal 10 Meter

Di antara pasien PPOK tersebut, kasus eksaserbasi akut atau perburukan kondisi meningkat dari tujuh menjadi 13 orang. Sementara itu, jumlah pasien asma bertambah dari 12 menjadi 14 orang pada periode yang sama.

Helmina menegaskan, kenaikan tersebut bukan sekadar bertambahnya kunjungan pasien untuk pemeriksaan. Sebaliknya, jumlah pasien yang membutuhkan perawatan inap juga meningkat.

Pasien Anak Ikut Mengalami Kenaikan

RSUD Ulin juga mencatat peningkatan pasien anak dengan gangguan pernapasan. Jumlah pasien berusia 2–17 tahun meningkat hingga tiga kali lipat selama periode tersebut.

Sementara itu, jumlah pasien bayi berusia di bawah dua tahun melonjak 90 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa kelompok anak juga menghadapi peningkatan kasus gangguan pernapasan.

Di sisi lain, RSUD Ulin Banjarmasin memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Rumah sakit tersebut mengantisipasi potensi peningkatan kasus ISPA di tengah kondisi karhutla yang belum menunjukkan penurunan signifikan.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net