Karhutla di Puntik Tengah Barito Kuala Meluas, Hampir 100 Hektare Lahan Terbakar Dalam Dua Hari
fokus6.net, BARITO KUALA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Puntik Tengah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, terus meluas. Dalam dua hari, api diperkirakan menghanguskan hampir 100 hektare lahan dan sempat mendekati rumah warga.
Kepala Desa Puntik Tengah, Rudi Waluyo, mengatakan api mulai menjalar pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Kobaran api kemudian meluas hingga malam hari dan mendekati permukiman.
“Api melompat dari seberang jalan. Diperkirakan dari pukul 11 siang kemarin sampai tadi malam mendekati permukiman warga. Sampai hari ini kami terus berupaya memadamkan api supaya tidak sampai memenuhi rumah warga,” ujar Rudi, Rabu (14/10/2026).
Hingga Rabu siang, relawan masih berjibaku memadamkan api. Mereka berupaya mencegah kobaran api menjalar lebih jauh ke kawasan tempat tinggal penduduk.
Rumput Kering Mempercepat Penjalaran Api
Menurut Rudi, kebakaran melanda kawasan yang didominasi lahan kering dan tidak digarap warga. Selain itu, rumput yang tumbuh tebal membuat api cepat menjalar ketika kebakaran terjadi.
Di sekitar lokasi, terdapat pula lahan garapan masyarakat. Kondisi vegetasi yang mengering membuat relawan harus bekerja keras untuk mengendalikan kobaran api.
Rudi memperkirakan luas lahan yang terbakar selama dua hari mencapai sekitar 100 hektare. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan kondisi di lapangan, bukan hasil pengukuran resmi.
“Kira-kira saja, luasan yang terbakar dua hari ini mungkin 100 hektare ada di desa ini,” katanya.
Pantauan di lokasi memperlihatkan hamparan lahan yang penuh rumput kering terbakar. Asap tebal juga menyelimuti kawasan tersebut hingga membatasi jarak pandang.
Sementara itu, sejumlah relawan membentangkan selang dan menyemprotkan air ke titik api. Mereka berusaha menjangkau area yang terbakar di tengah kepulan asap.
Warga turut menyaksikan proses pemadaman dari tepi lahan. Jarak api yang sempat mendekati permukiman membuat upaya pengendalian terus menjadi perhatian.
Relawan Tambah Personel untuk Padamkan Api
Rudi mengatakan kebakaran dengan cakupan luas membutuhkan banyak personel. Karena itu, ia mengapresiasi para relawan yang terus berdatangan untuk membantu pemadaman.
“Kobaran api itu kalau cuma satu dua pemadam mungkin tidak bisa tertanggulangi. Ini sudah dua hari belum padam. Hari ini semakin banyak yang membantu pemadaman oleh relawan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan yang ikut menangani kebakaran sejak Selasa.
“Terima kasih buat semua relawan yang membantu memadamkan api dari kemarin. Mudah-mudahan api bisa kita padamkan,” kata Rudi.
Selain mengandalkan pemadaman dari darat, penanganan karhutla di kawasan tersebut juga mendapat dukungan helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dukungan udara itu membantu petugas menjangkau area yang sulit lewat jalur darat. Sementara itu, relawan terus berupaya mengendalikan titik api agar tidak kembali mendekati rumah warga.
Hingga Rabu (14/10/2026), upaya pemadaman masih berlangsung. Relawan terus bekerja untuk mengendalikan kebakaran di tengah kondisi lahan kering dan hamparan rumput yang mudah terbakar.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Tinggalkan Balasan