fokus6.net, BANJARMASIN – Kemarau panjang mulai menyulitkan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mendapatkan air bersih.

Di Basirih dan Teluk Tiram, warga bahkan harus mengantre untuk mendapatkan pasokan air. Mereka datang membawa ember dan galon dari rumah.

Kondisi itu terjadi karena aliran air PAM ke permukiman belum kembali normal. Akibatnya, warga harus mencari sumber air lain untuk kebutuhan sehari-hari.

Mulai dari mandi, mencuci hingga memasak, warga mengandalkan air yang mereka dapatkan dari distribusi tersebut.

Rahimah, warga setempat, mengatakan kondisi itu membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian.

“Kami terpaksa mengambil air yang dibagikan karena air PAM masih belum mengalir. Air ini untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Rahimah.

Sudah Dua Pekan Bagikan Air Gratis

Melihat kondisi tersebut, tokoh masyarakat setempat ikut membantu warga. Kahajo, Ketua RT 23 Kelurahan Basirih, membeli air untuk bagikan secara gratis.

Selama sekitar dua pekan, Kahajo membeli pasokan air dari PTAM Bandarmasih. Setelah itu, air pihaknya bawa ke permukiman dan salurkan kepada warga.

Setiap hari, dua mobil pikap mengangkut air menuju sejumlah gang. Selain Basirih, distribusi juga menyasar warga di Kelurahan Teluk Tiram.

Menurut Kahajo, bantuan itu akan terus berjalan selama warga masih kesulitan mendapatkan air.

“Kami berusaha membantu warga dengan membeli air untuk dibagikan gratis. Setiap hari ada dua mobil yang mengangkut air dan dibagikan ke permukiman,” kata Kahajo.

Sementara itu, warga berharap aliran PAM segera kembali normal. Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi mengantre atau mencari pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Penulis/Reporter: Ahmad Fauzie

Baca juga  Teluk Tiram Banjarmasin Semarak, Warga Adu Cepat di Lomba 17 Agustus