fokus6.net, BANJARMASIN – PT Virgo Karya Shipping mengerahkan tim selam untuk mengecek kondisi bangkai KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

Tim selam akan turun pada Kamis (8/10/2026). Mereka bertugas mengambil data, foto, dan video kondisi terbaru kapal sebagai bahan persiapan operasi salvage.

Kuasa Hukum PT Virgo Karya Shipping, Rully Fakhrizal, mengatakan penyelaman menjadi tahap awal sebelum proses pengangkatan bangkai kapal.

“Kamis besok penyelaman untuk melihat kondisi terakhir kapal, seperti apa posisinya,” kata Rully di Banjarmasin, Rabu (7/10/2026).

Selain memetakan posisi kapal, tim selam juga akan mengecek kondisi bagian bangkai. Pemeriksaan itu mencakup kebutuhan oil recovery atau pemulihan minyak dari kapal.

Rully menjelaskan tim akan menguras minyak dan limbah bahan bakar. Kemudian, petugas akan menyemprotkan bahan kimia untuk menetralisir sisa bahan bakar.

“Nantinya akan ada penyemprotan bahan kimia untuk menetralisir bahan bakar sambil juga mencari korban yang mungkin masih ada,” ucapnya.

Selain itu, penyelam akan mencari kemungkinan korban yang masih berada di sekitar bangkai kapal. Tim juga akan menentukan titik pemasangan dudukan cincin logam untuk proses pengangkatan.

Data Jadi Syarat Salvage

Sementara itu, hasil penyelaman akan menjadi data tambahan bagi pihak asuransi Protection and Indemnity atau P&I. Data tersebut juga akan dikirim kepada calon operator salvage.

Rully mengatakan empat perusahaan asal Amerika Serikat mengikuti tender pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8. Kapal itu memiliki bobot sekitar 9.000 ton dan berada pada kedalaman sekitar 29 meter.

Karena itu, calon operator membutuhkan gambaran kondisi kapal secara langsung. Data tersebut akan membantu mereka menyusun rencana teknis pengangkatan.

Namun, PT Virgo Karya Shipping masih harus melengkapi sejumlah dokumen untuk pihak P&I. Beberapa data yang diperlukan masih berada dalam penguasaan penyidik Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Baca juga  KN SAR Laksamana 241 Tiba di Trisakti Bawa Satu Korban Selamat

Data tersebut tersimpan dalam laptop dan ponsel milik tersangka yang menjadi barang bukti. Karena itu, PT Virgo sudah mengajukan permohonan pinjam pakai untuk mengambil data tersebut.

“Jadi pinjam pakai di sini dalam arti bukan mengambil laptop atau ponselnya tetapi bersama-sama penyidik untuk membukanya dan memindahkan data yang diperlukan,” jelas Rully.

Dengan skema tersebut, perangkat tetap berada di tangan penyidik. Sementara itu, perusahaan dapat memperoleh data yang mereka perlukan untuk melengkapi dokumen P&I.

Salvage untuk Cari Korban

Di sisi lain, Rully belum dapat memastikan kapan pengangkatan bangkai kapal berlangsung. Pihaknya masih menunggu hasil pemetaan serta proses persiapan bersama calon operator.

“Kami pastikan operasi salvage akan kami lakukan demi pencarian korban. Di dalam kapalpun ada dua orang keluarga pemilik kapal yang menjadi korban,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan tim SAR masih menunggu pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8.

Operasi penyelaman SAR sudah dihentikan. Karena itu, proses salvage menjadi harapan untuk mencari korban yang kemungkinan masih berada di dalam kapal.

KM Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang dan awak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Tim SAR gabungan sejauh ini menemukan 190 orang.

Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia. Sementara itu, 53 korban lainnya masih dalam pencarian.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net