Nakhoda KM Virgo Transport 8 Arief Yunianto Jadi Tersangka, Polisi Masih Buru Pihak Lain
fokus6.net, JAKARTA – Baharkam Polri menetapkan nakhoda KM Virgo Transport 8, Arief Yunianto, sebagai tersangka kecelakaan kapal di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri menangani perkara tersebut setelah mengambil alih kasus dari Polda Kalimantan Selatan.
Kasubdit Gakkum Direktorat Polisi Perairan Korpolairud Baharkam Polri Kombes Kukuh Prabowo menyampaikan penetapan tersangka itu, Rabu (30/9/2026).
“Perkara sudah pelimpahan ke Gakkum Direktorat Polisi Perairan Korpolairud Baharkam Polri. Saat ini sudah kita tangani dan saat ini kita sementara sudah menetapkan tersangka nakhodanya dan sudah kita lakukan penahanan,” ujar Kukuh.
Setelah penetapan tersebut, penyidik menahan Arief Yunianto di Rumah Tahanan Polda Kalimantan Selatan. Polisi juga masih memeriksa sejumlah pihak terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Polisi Masih Telusuri Pihak Lain
Kukuh mengatakan penyidik belum berhenti pada penetapan nakhoda sebagai tersangka. Selanjutnya, polisi masih mencari pihak lain yang memiliki tanggung jawab dalam kecelakaan tersebut.
“Pemeriksaan sementara masih berlanjut untuk mencari para pihak yang bertanggungjawab,” katanya.
Sebelumnya, Polda Kalsel memeriksa nakhoda, ABK yang selamat, serta pihak lain yang berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8. Kemudian, Polda Kalsel melimpahkan perkara tersebut kepada Direktorat Pol Air Korpolairud Baharkam Polri.
Polri juga memastikan proses hukum berjalan bersamaan dengan operasi pencarian korban. Selain itu, tim gabungan masih melakukan pencarian di sejumlah wilayah perairan dan pesisir.
Polri juga memastikan proses hukum berjalan bersamaan dengan operasi pencarian korban. Selain itu, tim gabungan masih melakukan pencarian di sejumlah wilayah perairan dan pesisir.
KM Virgo Hilang Kontak di Laut Jawa
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut kemudian mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Sebelum kecelakaan, kapal menghadapi cuaca buruk. Basarnas sebelumnya menyebut kru melaporkan kondisi cuaca yang memburuk sebelum kapal kehilangan komunikasi.
Tim SAR kemudian menemukan kapal dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo. Sejak itu, Basarnas bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait terus mencari korban.
Berdasarkan data terbaru yang Anda berikan, tim SAR telah menemukan 186 orang dari total 243 orang dalam manifes. Sebanyak 108 orang selamat, sedangkan 78 orang meninggal dunia.
Sementara itu, 57 orang masih dalam pencarian. Operasi SAR dan proses hukum terus berjalan secara bersamaan.
Penulis/Reporter: Fahrulani

Tinggalkan Balasan