Banjir Setinggi 1 Meter Lumpuhkan Jalur Alternatif Banjar–Banjarbaru, Warga Kehilangan Penghasilan
fokus6.net, KABUPATEN BANJAR — Banjir dengan ketinggian mencapai satu meter melumpuhkan jalur alternatif penghubung Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
Banjir yang terjadi sejak dua pekan terakhir itu masih merendam Jalan Makam di Desa Keramat Baru, Kecamatan Martapura Timur, hingga Sabtu (10/1/2026).
Akibat genangan air yang cukup dalam, akses jalan yang biasa digunakan sebagai jalur alternatif tersebut kini tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Aktivitas warga pun ikut terhambat, termasuk roda perekonomian masyarakat setempat.
Selain merendam badan jalan, banjir juga menggenangi rumah-rumah warga.
Sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya memilih bertahan di rumah dengan kondisi seadanya.
Warga yang bertahan menyiasati genangan air dengan menyusun meja-meja sebagai tempat tidur agar terhindar dari air.
Salah seorang warga Desa Keramat Baru, Asun, mengaku banjir ini berdampak langsung pada penghasilannya.
Selama banjir melanda, ia tidak bisa lagi berjualan seperti biasanya.
“Biasanya saya berjualan di depan rumah, tapi sejak banjir ini saya tidak bisa berjualan sama sekali. Jalan tidak bisa dilewati, pembeli juga tidak ada. Ekonomi jadi lumpuh,” ujar Asun.
Tak hanya Desa Keramat Baru, banjir juga masih merendam desa lain di Kecamatan Martapura Timur, seperti Desa Dalam Pagar.
Di desa tersebut, petuas melaporkan ketinggian air juga mencapai sekitar satu meter.
Permukiman warga di Desa Dalam Pagar tampak sepi layaknya kampung tanpa penghuni.
Sebagian besar warga memilih mengungsi karena rumah mereka terendam banjir cukup dalam dan tidak memungkinkan untuk ditempati sementara waktu.
Penulis/Reporter: Tim Liputan Fokus6.net


Tinggalkan Balasan