fokus6.net, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin bakal menggelar peluncuran Calendar of Event (CoE) di ICON Bali Mall pada 7 Februari 2026.

Launching yang akan dilakukan di luar daerah itu ikut disoroti pengamat kebijakan publik Arif Rahman Hakim.

Dirinya yang juga merupakan Akademisi Universitas Lambung Mangkurat menyebut launching Calendar of Event tak boleh hanya jadi ajang seremonial, namun harus punya konsep dan target yang jelas.

“Saat itu diputuskan digelar di Bali, kira-kira target wisatawan apakah asing atau domestik (nasional, red). Kalau memang targetnya wisatawan asing, peluncuran CoE di Bali cocok saja,” katanya lewat sambungan seluler, Kamis (5/2/2026).

Namun jika sebaliknya, targetnya lebih condong wisatawan domestik, menurutnya launching tersebut tidak perlu dilakukan di Bali.

Ia berpandangan, promosi wisata untuk pengunjung lokal atau domestik bisa dilakukan cukup memanfaatkan kemajuan teknologi yaitu lewat media sosial.

Lebih lanjut, Arif Rahman justru khawatir peluncuran CoE justru membuang-buang anggaran, apabila tak diikuti target kelompok wisatawan yang jelas.

“Khawatirnya kan kalau memang tidak jelas targetnya, itu sesuatu yang mubazir. Jadi jangan sekadar seremonial,” tekannya.

Arif juga mewanti-wanti, dalam upaya menggaet pengunjung mancanegara juga harus melibatkan para kompeten atau ahli bahasa.

Karena jika hanya mengandalkan bahasa Indonesia, menurutnya promosi tidak akan maksimal.

Tak kalah penting, ia juga menyoroti perlunya pembenahan lanjutan wisata-wisata yang ada di Banjarmasin, khususnya dari segi fasilitas pendukung.

“Meski promosi gencar, tapi objek wisatanya tidak dikelola dengan baik, percuma saja. Orang akan datang sekali, lalu berbicara dengan orang lain bahwa tidak rekomended datang ke Banjarmasin,” tegasnya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net