fokus6.net, BARITO KUALA – Masyarakat Kabupaten Barito Kuala (Batola) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mencatut nama pegawai hingga Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batola.

Aksi tersebut terungkap setelah beberapa hari lalu seorang warga dihubungi melalui pesan WhatsApp oleh pihak yang mengaku sebagai pegawai Kejari Batola.

Pelaku kemudian mengarahkan korban untuk menghubungi seseorang yang disebut-sebut sebagai Kasi Pidsus Kejari Batola, M Widha Prayogi, lengkap dengan menyertakan nomor kontak tertentu.

Namun belakangan diketahui, nomor yang diberikan tersebut bukanlah milik Kasi Pidsus Kejari Batola.

Setelah dilakukan konfirmasi, dipastikan bahwa identitas pejabat dan pegawai Kejari Batola telah dicatut oleh pihak tak bertanggung jawab.

Kasi Pidsus Kejari Batola, M Widha Prayogi, membenarkan adanya dugaan penipuan tersebut.

Ia menegaskan bahwa dirinya maupun pegawai Kejari Batola tidak pernah melakukan kontak seperti yang dimaksud pelaku.

“Kejadiannya beberapa hari lalu. Kami pastikan itu penipuan dan hanya mengatasnamakan kami,” ujar Widha Prayogi, Sabtu (31/1/2026).

Mantan Kasi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Hulu Sungai Utara itu menjelaskan, kasus ini terungkap berkat inisiatif pihak yang dihubungi pelaku untuk melakukan konfirmasi langsung.

“Untungnya yang bersangkutan melakukan cross check dan mengonfirmasi, sehingga langsung ketahuan,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya jika menerima pesan atau panggilan dari pihak yang mengaku sebagai pegawai maupun pejabat Kejari Batola, terlebih jika berasal dari nomor tidak dikenal.

“Jangan mudah percaya. Jika ragu, silakan langsung datang ke kantor Kejari Batola untuk memastikan kebenarannya,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan agar tidak muncul korban, Kejari Batola telah menyampaikan imbauan resmi melalui akun Instagram @kejari.baritokuala.

Dalam pengumuman tersebut, masyarakat diminta berhati-hati terhadap nomor atau akun palsu yang mengatasnamakan Kasi Pidsus, pejabat, maupun pegawai Kejari Batola.

“Jika menerima telepon atau WhatsApp dari nomor tak dikenal yang menggunakan foto, nama, atau identitas pegawai Kejari Batola, agar tidak ditanggapi. Waspada penipuan,” demikian bunyi imbauan tersebut.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi penipuan serupa, baik dengan mendatangi langsung Kejari Batola maupun melalui layanan WhatsApp Customer Service Kejari Batola di nomor 0813-4745-8788.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net