fokus6.net, KABUPATEN BANJAR — Warga Desa Biih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.

Aspal jalan yang sebelumnya mulus kini terkelupas dan tidak berbentuk. Kerusakan ini membuat akses warga semakin sulit.

Warga menduga aktivitas angkutan batu bara menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Truk tambang kerap melintas di ruas jalan desa tersebut.

Dugaan ini diperkuat dengan adanya lubang tambang dan tumpukan batu bara di sekitar jalan. Material itu terlihat belum diangkut oleh pemiliknya.

Kepala Desa Biih, Yusuf Halidi, membenarkan kondisi jalan tersebut.

Ia menyebut kerusakan terjadi sejak angkutan batu bara melintas di wilayah desa. Pihak desa juga menerima kompensasi dari perusahaan tambang.

“Jalan rusak sejak truk batu bara melintas. Desa memang menerima kompensasi dari pihak perusahaan,” ujarnya melalui sambungan seluler.

Ia menambahkan, pemerintah desa sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan melalui musrenbang. Namun hingga kini, pemerintah kabupaten belum melakukan perbaikan.

Sesuai aturan, jalan desa tidak boleh digunakan untuk aktivitas angkutan tambang. Larangan ini bertujuan menjaga infrastruktur tetap aman.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, mengaku baru mengetahui aktivitas tersebut.

Ia memastikan akan segera menindaklanjuti laporan dengan melakukan pengecekan di lapangan.

“Kami akan cek langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Hingga kini, belum terdata perusahaan yang bertanggung jawab atas aktivitas angkutan tersebut.

Kerusakan jalan ini tidak hanya menghambat mobilitas warga. Kondisi tersebut juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Perbaikan Jalan Desa Biih Segera Dilakukan, DPUPRP Banjar Koordinasi Hentikan Truk Batu Bara