fokus6.net, JAKARTA — IRGC mengumumkan perubahan drastis strategi tempur mereka pada Selasa (10/3/2026). Kini, setiap serangan Iran ke aset Amerika Serikat dan Israel memastikan hulu ledak minimal satu ton di setiap rudal.

Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Majid Mousavi, menegaskan Iran tidak akan lagi menggunakan rudal berhulu ledak ringan. Pernyataan itu menjadi sinyal Teheran siap meningkatkan daya hancur serangan ke level lebih mematikan.

Eskalasi ini bermula dari serangan gabungan Israel dan AS ke Iran pada 28 Februari lalu. Teheran mengklaim serangan itu menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Kematian Khamenei kemudian memicu gelombang balasan ke wilayah Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS. Kini perintah penggunaan hulu ledak kelas berat membayangi kehancuran lebih besar bagi aset-aset Barat di kawasan.

Serangan Iran Kini Sasar Aset Ekonomi Amerika

Teheran juga memperluas daftar sasaran mereka melampaui instalasi militer. Fars News Agency melaporkan infrastruktur finansial dan bisnis Amerika kini masuk dalam daftar target utama serangan Iran.

Seorang pejabat senior Iran yang meminta anonimitas membenarkan perluasan target itu. Menurutnya, Teheran resmi memasukkan aset ekonomi dan kepentingan modal AS sebagai bagian dari strategi balasan.

Iran mengambil keputusan itu sebagai respons atas ancaman langsung pejabat Washington dan Tel Aviv terhadap rakyat Iran. Bahkan, masuknya aset ekonomi dalam target berpotensi melumpuhkan stabilitas finansial global jika konflik tidak segera mereda.

Saat ini dunia menunggu langkah konkret berikutnya dari Teheran setelah pengumuman strategi serangan Iran yang lebih mematikan ini.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Jadwal Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia Tantang Iran