fokus6.net, TANAH BUMBU — Seekor beruang madu masuk permukiman warga di Jalan Kodeco, Km 3,5, Batulicin, Tanah Bumbu pada Minggu (8/3/2026). Video itu menyebar luas di media sosial dan membuat warga menduga beruang Batulicin itu turun dari hutan karena kelaparan.

Akun Instagram @kalselfolk memuat video beruang itu mengeruk tumpukan sampah di belakang rumah warga. Hewan itu tampak besar dengan tubuh melebihi satu meter.

Beruang itu juga sempat memanjat pohon di sekitar lokasi. Warga yang menyaksikan langsung mengaku terkejut.

“Tamu tak diundang terlihat di belakang rumah bikin kaget warga Batulicin. Lapar kalulah makanya turun ka pemukiman warga?” tulis akun @kalselfolk.

Warga kini waspada saat beraktivitas malam hari di dekat kawasan hutan. Beruang dalam kondisi lapar berpotensi menyerang manusia.

Anak Beruang Batulicin Mati dalam Jebakan Babi

Sebelumnya, satu ekor anak beruang mati dalam jebakan babi hutan di Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Tanahbumbu, Sabtu (5/7/2025). Petugas Daops Manggala Agni menemukan anak beruang itu saat berpatroli dan segera berkoordinasi dengan BKSDA Kalsel.

Koordinator Penanganan Konflik Satwa Liar Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin, Jarot, membenarkan kejadian itu. Tim BKSDA bergerak mengevakuasi, namun anak beruang sudah mati pukul 16.15 Wita saat tim tiba.

“Saat tim BKSDA bergerak untuk menangani, satwa tersebut diinformasikan telah mati sekitar jam 16.15 Wita,” kata Jarot.

Kematian anak beruang itu membuat warga khawatir soal induknya yang masih berkeliaran. BKSDA Kalsel kemudian memasang kandang jebak untuk menangkap dan memindahkan induk beruang ke lokasi lebih aman.

BKSDA Pasang Jebakan, Warga Jauhi Habitat Beruang Batulicin

Jarot menjelaskan beruang madu mayoritas memakan tumbuhan dari habitatnya. Kemunculan beruang di permukiman warga menandakan habitatnya sudah mengalami tekanan.

“Masyarakat dihimbau tidak beraktivitas ke lokasi yang menjadi habitatnya di area berhutan. Masyarakat juga disarankan tidak beraktivitas di luar rumah di malam hari karena beruang termasuk hewan nokturnal,” ujar Jarot.

BKSDA Kalsel memasang papan imbauan di sekitar lokasi. Tim juga memberikan edukasi kepada warga selama proses penjebakan berlangsung.

Baca juga  Brimob Bubarkan Balap Liar di Batulicin, Belasan Remaja Diamankan dan Sajam Ditemukan

Jarot meminta warga berhenti memasang jebakan babi hutan di kawasan hutan. Jebakan itu berpotensi melukai satwa liar lain, padahal negara melindungi beruang madu dari segala bentuk gangguan.

“Kegiatan pengendalian hewan pengganggu dapat diganti dengan metode lain yang lebih aman,” tegasnya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net