Cara Cek Desil dan Status Bansos 2026 Lewat NIK di Situs Resmi Kemensos
fokus6.net, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia kembali membuka akses bagi masyarakat yang ingin mengetahui posisi tingkat kesejahteraan keluarganya pada 2026. Pengecekan ini dapat dilakukan secara mandiri hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk.
Lewat sistem tersebut, masyarakat bisa melihat apakah mereka termasuk dalam kelompok Desil 1 sampai Desil 4 yang berpeluang menjadi penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai.
Pengelompokan desil merujuk pada peringkat kesejahteraan keluarga yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Basis data ini menjadi rujukan utama dalam menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial di Indonesia.
Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional sendiri merupakan hasil integrasi dari tiga sumber utama, yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Registrasi Sosial Ekonomi, serta Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Seluruh data tersebut kemudian dipadankan dengan data kependudukan oleh Badan Pusat Statistik.
Pembaruan data dilakukan secara berkala. Prosesnya melibatkan berbagai mekanisme seperti groundcheck oleh Kemensos, pemutakhiran oleh pemerintah daerah, hingga verifikasi dari sumber lain yang relevan. Desil yang digunakan sebagai acuan penyaluran bantuan adalah data terbaru yang telah diperbarui.
Untuk mengetahui status desil dan bantuan sosial, masyarakat dapat mengakses laman resmi cekbansos.kemensos.go.id. Setelah memasukkan NIK dan kode verifikasi yang tersedia, sistem akan menampilkan informasi lengkap berupa nama, kelompok desil, serta status kepesertaan bansos.
Di tengah masyarakat sempat beredar tabel pembagian desil berdasarkan besaran pendapatan atau pengeluaran. Namun pihak Kemensos menegaskan bahwa informasi tersebut tidak akurat.
Desil tidak semata-mata dihitung dari pengeluaran. Penilaian kesejahteraan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator sosial ekonomi, seperti jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal, kapasitas daya listrik, hingga kepemilikan aset. Total terdapat sepuluh kelompok desil, masing-masing mencakup 10 persen keluarga di Indonesia. Desil 1 merepresentasikan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 mencerminkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
“Desil bersifat dinamis. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat melakukan pembaruan melalui desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi cek bansos,” ujar Joko Widiarto, Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos.
Perhitungan ulang desil dilakukan secara periodik oleh Badan Pusat Statistik. Sistem ini menjadi fondasi utama dalam menentukan sasaran program bantuan sosial pemerintah.
“Desil 1 sampai 4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial seperti PKH dan program sembako. Sementara Desil 5 masih berpeluang menjadi peserta PBI-JK,” kata Joko.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan