fokus6.net, BANJARBARU — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti buka suara soal unggahan konten sejumlah pegawai berjoget lengkap dengan keterangan ‘Musrenbang is calling…..’ yang viral di media sosial.

Kepada sejumlah awak media, Rabu (8/4/2026), Tri Astusi menyebut konten tersebut bukan saat jam kerja, melainkan bertepatan geladi bersih jelang Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rapat Kerja Perangkat Daerah (Musrenbang RKPD) se-Kalsel.

“Jadi kami TikTok-an kemarin itu bukan jam kerja, tetapi saat kita geladi bersih ya. Di geladi bersih itu bayangin kawan-kawan kita nyusunnya itu menyiapkannya sudah berhari-hari, sampai ada yang tidur di lokasi di Idham Chalid ada juga yang di kantor,” katanya.

Astusi melanjutkan, selama persiapan yang sudah memakan waktu berhari-hari itu muncul rasa jenuh. Untuk menghilangkan kejenuhan itu, menurutnya tak bisa terobati dari makan ataupun minum sebab berkaitan dengan mental dan pikiran.

“Cara menghilangkannya apa, kita harus menghilangkan stres itu dengan kegembiraan,” sambung Astusi.

Meski tak melakukan pembelaan, dirinya menyatakan manusia punya hak bersosialiasi selama tidak melanggar norma yang berlaku di Indonesia. Termasuk juga perlu adanya hiburan untuk melepas penat seusai bekerja.

Lebih lanjut, Astusi juga menyinggung konten pejabat lainnya berseliweran di media sosial, namun tak pernah ada yang mempermasalahkan.

“Saya tadi malam buka TikTok. Beberapa anggota dewan Kotabaru, live TikTok di depan kementerian, banyak yang kayak gitu-gitu, kenapa itu tidak pernah diributkan? Tapi ya sudah, ada beberapa hal yang mungkin agak berbeda kondisinya Bappeda dengan orang-orang lain,” tuturnya.

Konten Bagian dari Branding Baru Bappeda Kalsel

Astuti juga menjelaskan konten tersebut bagian dari  branding Bappeda Kalsel agar tidak terlalu kaku dan bisa mengikuti selera ataupun kreativitas generasi Z.

Baca juga  Curi Kabel Pompa Minyak Pertamina EP Tanjung, Warga Tabalong Diringkus

Namun, menurut hematnya upaya perubahan melalui konten-konten semacam itu tidak serta merta dapat dukungan dari setiap orang atau kelompok.

“Jadi kalau TikTok kami kemarin menyalahi apa segala macam, saya juga dengan besar hati meminta maaf untuk itu. Tapi alasan kita itu tidak mengurangi esensi Musrenbang. Esensi Musrenbang kita saya pikir dapat kemarin,” tambah Astuti.

Sebelumnya, salah satu unggahan Instagram @habarbappeda mendadak viral. Video berdurasi sekitar 30 detik itu memperlihatkan sejumlah pegawai berjoget.

Namun kurang dari 24 jam, konten tersebut tak lagi bisa terlihat di kisi utama maupun Reels akun @habarbappeda.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net