fokus6.net, BANJARMASIN — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin masuk ke dunia akademik. Mahasiswa mulai memanfaatkan AI untuk membantu menyelesaikan berbagai tugas perkuliahan.

Namun, Universitas Lambung Mangkurat menegaskan mahasiswa tidak boleh bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Muhamad Rusmin Nuryadin, menyampaikan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi tetap menekankan kemampuan berpikir mandiri.

“Mahasiswa harus mampu menempatkan diri karena yang akan dilakukan dalam proses perkuliahan adalah proses penalaran dari mahasiswa itu sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kampus tidak melarang penggunaan AI. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat membantu mahasiswa dalam mencari referensi maupun data pendukung.

Namun demikian, Rusmin menegaskan mahasiswa tidak boleh menyalin hasil AI secara mentah. Mahasiswa harus mengolah kembali informasi tersebut dengan pemahaman sendiri.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis menjadi fondasi utama dalam dunia pendidikan tinggi. Karena itu, mahasiswa harus tetap aktif menganalisis, menyusun argumen, dan menarik kesimpulan secara mandiri.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga integritas akademik. Kejujuran intelektual, kata dia, harus tetap dijaga di tengah kemajuan teknologi yang semakin canggih.

“AI itu sekadar alat bantu saja, referensi bagi mahasiswa. Tetap mahasiswa harus mampu menggunakan nalarnya sendiri ketika akan ber-statement, mengolah laporan, tugas, dan lain sebagainya,” tegasnya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Budidaya Perikanan Lapas Banjarmasin Hasilkan 75 Kg Patin, Warga Binaan Didorong Lebih Mandiri