fokus6.net, KABUPATEN BANJAR – Perang kembang api di Desa Melayu, Martapura Timur Kabupaten Banjar, memakan korban saat momen Lebaran 2026.

Seorang remaja berusia 18 tahun, Muhammad Zazuli, mengalami luka serius setelah kembang api yang ia nyalakan meledak di tangannya.

Peristiwa ini terjadi saat aksi perang kembang api antara dua desa yang berseberangan. Tradisi berbahaya tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Zazuli nekat membalas setelah rumah neneknya rusak akibat terkena kembang api dari arah seberang. Ia kemudian menyalakan kembang api untuk menyerang balik.

Namun, kembang api tersebut justru meledak di tangan korban. Ledakan itu menyebabkan luka parah pada telapak tangan.

Ketua RT setempat, Ahmad Hidayat, membenarkan kondisi korban cukup serius. Ia menyebut satu jari tangan korban harus diamputasi akibat luka berat.

“Korban mengalami luka serius di telapak tangan. Salah satu jarinya harus diamputasi,” ujar Ahmad Hidayat.

Polisi Berulang Kali Larang Perang Kembang Api

Kapolsek Martapura Timur, Muhammad Taufiqurahman, kembali mengingatkan warga agar tidak bermain kembang api.

Ia menegaskan polisi telah berulang kali menyampaikan larangan tersebut. Imbauan bahkan terpampang tiap sudut desa melalui spanduk menjelang Lebaran.

“Kami sudah sering mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api karena berbahaya,” tegasnya.

Polisi meminta masyarakat Martapura menghentikan tradisi perang kembang api. Sebab kegiatan itu membahayakan keselamatan dan berpotensi menimbulkan korban.

Penulis/Reporter: Sairi

Baca juga  Air Jernih dan Alam Asri, Pemandian Mekar Banyu Batuah Jadi Favorit Wisatawan Tanah Laut