fokus6.net, BANJARMASIN — Masyarakat Kalimantan Selatan memiliki ragam tradisi Lebaran Kalsel yang unik dan kaya makna. Mulai dari slametan warga transmigran Jawa di Kotabaru, Batumbang Apam di Hulu Sungai Tengah, hingga Banjarahan di Banjarbaru, setiap tradisi menjadi cerminan kekayaan budaya Banua.

Slametan, Tradisi Lebaran Kalsel Warga Jawa di Kotabaru

Warga Desa Bumi Asih, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, mempertahankan tradisi slametan untuk menyambut 1 Syawal. Tradisi ini turun-temurun masyarakat Jawa wariskan sejak desa itu berdiri sebagai desa transmigrasi pada 1985.

Salah satu warga, Simin, menjelaskan slametan mempertemukan para tetangga di rumah tuan rumah untuk memanjatkan doa bersama. Setelah doa, tamu menyantap hidangan bersama dan kemudian membawa pulang berkat dari tuan rumah.

Selain itu, slametan juga mengandung nilai keagamaan yang kuat. Tradisi ini pun mengajarkan nilai berbagi, kebersamaan, dan persaudaraan di tengah masyarakat Jawa perantauan di Kalimantan Selatan.

Batumbang Apam, Tradisi Lebaran Suku Banjar di HST

Batumbang Apam merupakan tradisi Lebaran khas Suku Banjar yang masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah lestarikan hingga kini. Tradisi ini berlangsung saat Lebaran dengan harapan anak-anak semakin rajin mendatangi masjid.

Bahkan Batumbang Apam sudah diwariskan dari orang tua kepada anak cucu sebagai bagian dari identitas budaya Banjar. Kehadirannya setiap Lebaran pun menjadi pengingat nilai keagamaan yang masyarakat Banjar jaga turun-temurun.

Banjarahan, Tradisi Lebaran Kalsel di Banjarbaru

Banjarahan adalah tradisi Lebaran khas masyarakat Banjar di Banjarbaru yang mencakup silaturahmi, saling bermaaf-maafan, dan berbagai perayaan menyambut Idulfitri. Selain itu, tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang masyarakat Banjarbaru jaga dari generasi ke generasi.

Beberapa kegiatan khas Banjarahan antara lain salaman bersama usai salat Id, ziarah ke makam keluarga, pertunjukan Kuda Lumping, dan prosesi Tabuik. Bahkan keempatnya menjadi warna tersendiri dalam perayaan Lebaran di Kota Banjarbaru.

Baca juga  Pemko Banjarmasin Beli 21 Unit Kendaraan Listrik untuk Pejabat

Ragam tradisi Lebaran Kalsel ini pun membuktikan bahwa Kalimantan Selatan bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya tradisi dan budaya yang terus hidup di tengah masyarakatnya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net