Ratusan Penumpang KMP Awu-Awu Batal Berangkat, ASDP Batulicin Akui Ada Calo Tiket
fokus6.net, TANAH BUMBU — Ratusan penumpang Batulicin terlantar setelah tidak bisa berangkat menuju Pelabuhan Garongkong, Sulawesi Selatan. Mereka sudah berada di dalam KMP Awu-Awu, namun petugas meminta turun karena tidak masuk dalam manifest resmi.
General Manager ASDP Batulicin, Ardian, menegaskan bahwa pihaknya tidak menelantarkan penumpang. Ia menyebut keberangkatan hanya tertunda demi keselamatan.
“Kami tidak menelantarkan. Kapal harus berangkat sesuai kapasitas. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Ardian.
Ia menjelaskan, kapasitas KMP Awu-Awu hanya sekitar 240 penumpang. Namun, jumlah calon penumpang yang datang jauh melebihi batas tersebut.
Karena itu, petugas hanya mengizinkan penumpang yang memiliki tiket resmi dan terdaftar dalam manifest. Sementara sisanya harus menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.
“Yang belum masuk manifest kami minta menunggu keberangkatan selanjutnya,” jelasnya.
Namun di sisi lain, ASDP mengakui adanya dugaan praktik calo dalam penjualan tiket. Informasi itu didapat langsung dari keterangan para penumpang.
“Dari informasi penumpang, memang ada calo. Kami akan minta yang bersangkutan untuk datang dan kami tindaklanjuti,” tegas Ardian.
Ia menyebut tarif resmi penyeberangan hanya sekitar Rp150 ribu per orang. Namun di lapangan, penumpang mengaku membayar hingga Rp300 ribu sampai Rp400 ribu.
“Kami tidak membenarkan adanya pungutan di luar ketentuan. Jika ada keterlibatan oknum, pasti akan kami tindak sesuai aturan,” katanya.
ASDP Akui Penumpang Luput dari Pengawasan Petugas
Selain itu, Ardian juga mengakui adanya celah pengawasan di lapangan. Ia menduga penumpang tanpa tiket bisa masuk karena petugas lengah pada waktu tertentu.
“Kami tidak berjaga penuh setiap saat. Mungkin saat momen tertentu pengawasan lengah, sehingga penumpang masuk satu per satu hingga jumlahnya banyak,” ungkapnya.
Meski begitu, ia memastikan tidak akan saling menyalahkan dalam kejadian ini. Pihaknya memilih fokus pada pelayanan arus mudik yang sedang berlangsung.
“Sekarang prioritas kami melayani masyarakat agar arus lebaran tetap berjalan lancar,” tambahnya.
ASDP Batulicin juga berjanji akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa terulang, termasuk menindak tegas jika ditemukan oknum yang bermain dalam praktik tiket ilegal.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan