fokus6.net, BANJARBARU — Dinas Kesehatan Banjarbaru mencatat 53 suspek campak Banjarbaru sejak minggu pertama hingga minggu kedelapan tahun 2026. Data itu tercatat melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Kabid P2P Dinkes Banjarbaru, dr. Siti Ningsih, memaparkan hasil pemeriksaan laboratorium menemukan dua kasus positif campak dan satu kasus positif Rubela. Sementara itu, 24 kasus negatif, tiga sampel masih dalam uji laboratorium, dan 23 sisanya tidak memiliki sampel.

“Berdasarkan hasil investigasi lanjutan, kasus positif campak dan Rubela tersebut tidak memiliki hubungan epidemiologi, sehingga tidak menunjukkan adanya keterkaitan penularan secara langsung,” kata dr. Ningsih, Minggu (15/3/2026).

Siti menjelaskan campak merupakan penyakit menular akibat virus Measles. Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kemerahan pada kulit.

Dinkes Banjarbaru Imbau Warga Lengkapi Imunisasi Campak Anak

Penanganan campak Banjarbaru berlangsung secara suportif melalui pemberian cairan, nutrisi, vitamin A, dan obat penurun panas. Pencegahan utama tetap melalui imunisasi Campak-Rubela sesuai jadwal nasional.

Siti menegaskan surveilans ketat dan pelaporan suspek sangat penting untuk mendeteksi dini dan mencegah kejadian luar biasa.

Dinas Kesehatan Banjarbaru pun mengimbau masyarakat tidak panik namun tetap waspada.

“Masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap,” pungkas Siti.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Aksi Tutup Mata Warga Sidomulyo Banjarbaru, Minta Perlindungan Hukum atas Sengketa Lahan dengan TNI