fokus6.net, JAKARTA — Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, bersumpah Iran akan membuat Presiden AS Donald Trump menyesal atas serangan Iran yang ia lancarkan bersama Israel pada 28 Februari lalu. Larijani menulis ancaman itu langsung di platform X, Kamis (12/3/2026).

“Trump mengatakan dia mencari kemenangan cepat. Meskipun memulai perang itu mudah, perang tidak dapat dimenangkan hanya dengan beberapa cuitan. Kami tidak akan menyesal sampai membuat Anda menyesal atas kesalahan perhitungan yang serius ini,” tulis Larijani.

Sehari sebelumnya, Trump sesumbar Iran hampir berada di ujung jalan. Trump juga mengancam akan menghancurkan kapasitas listrik Iran dalam waktu satu jam.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah. Serangan balasan itu menyusul operasi militer gabungan AS-Israel yang Iran sebut sebagai agresi brutal.

Operasi gabungan itu pada hari pertama menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Serangan itu juga menghantam sebuah sekolah perempuan di Kota Minab, Iran selatan, dan menewaskan hampir 200 siswi.

Sekolah Siswi Korban Serangan Iran Jadi Monumen Peringatan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut setidaknya 171 siswi tewas dalam serangan ke sekolah itu. PBB pun menyerukan pertanggungjawaban atas serangan mematikan tersebut.

New York Times melaporkan rudal Tomahawk AS menghantam sekolah itu pada hari pertama Operasi Epic Fury. Iran memperkirakan total korban tewas akibat seluruh serangan AS-Israel mencapai lebih dari 1.200 orang.

Wakil Menteri Warisan Budaya dan Pariwisata Iran, Ali Darabi, mengumumkan pemerintah Iran akan mengubah sekolah itu menjadi monumen peringatan. Pemerintah Iran menamai tempat itu Museum Peringatan Para Martir Siswa untuk mengabadikan kenangan para korban serangan Iran tersebut.

Baca juga  PPPK RUSPAU Halim Ditemukan Tewas di Kontrakan Bekasi, Polisi Duga Korban Dibunuh Lebih dari Satu Pelaku

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net