fokus6.net, KABUPATEN BANJAR — Masjid Agung Al Karomah di Martapura, Kabupaten Banjar, berdiri sebagai ikon religi sekaligus destinasi wisata sejarah di Kalimantan Selatan. Setiap hari jamaah datang untuk salat dan membaca Al-Qur’an di masjid Martapura yang berdiri sejak 27 April 1863 ini.

Bangunan megah itu berada di pusat Kota Martapura dengan halaman luas yang mampu menampung ribuan jamaah. Kapasitas itu membuat masjid ini selalu penuh saat salat Jumat maupun hari besar Islam.

Empat Tiang Kayu Masjid Martapura Bertahan Sejak 1863

Daya tarik utama masjid ini adalah empat tiang kayu penyangga yang masih berdiri kokoh hingga kini. Pengurus Masjid Agung Al Karomah, Fauzan Saleh, menjelaskan keempat tiang itu merupakan bagian dari arsitektur awal bangunan.

“Empat tiang kayu ini merupakan bagian dari bangunan awal masjid yang dibangun sejak tahun 1863,” ujar Fauzan.

Pengurus masjid tetap mempertahankan tiang itu saat renovasi berlangsung. Bahkan saat pemugaran besar pada 2003, pengurus tetap menjaga keberadaan tiang bersejarah tersebut.

“Kami tetap menjaga keaslian tiang ini meskipun masjid pernah mengalami pemugaran agar nilai sejarahnya tidak hilang,” lanjut Fauzan.

Selain empat tiang kayu, masjid ini juga masih menyimpan tempat imam dari bangunan lama. Pengurus terus merawat bagian itu agar nilai sejarahnya tetap terjaga.

Pusat Ibadah dan Kegiatan Sosial Keagamaan

Masjid Agung Al Karomah bukan sekadar tempat salat bagi warga Martapura. Pengurus rutin menggelar pengajian, majelis taklim, dan berbagai kegiatan sosial keagamaan di kawasan masjid.

Kini masjid Martapura ini terus menarik perhatian wisatawan dari luar daerah yang ingin menyaksikan langsung arsitektur bersejarah dan nilai religi yang melekat kuat di jantung Kabupaten Banjar.

Baca juga  Rumah Ambruk di Banjarmasin Selatan, Bocah 12 Tahun Terluka Tertimpa Material Bangunan

Penulis/Reporter: Sairi