fokus6.net, JAKARTA — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menawarkan jalur hijau di Selat Hormuz bagi negara mana pun yang mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayahnya. Pernyataan provokatif itu muncul melalui media pemerintah Iran, Selasa (10/3/2026).

“Negara Arab atau Eropa mana pun yang mengusir duta besar Israel dan AS dari wilayahnya akan mendapat kebebasan penuh dan hak melintas di Selat Hormuz mulai besok,” tulis pernyataan resmi IRGC.

Banyak pihak menilai langkah itu sebagai upaya Teheran memecah aliansi Barat dan menekan negara-negara tetangga. Tawaran itu sekaligus mengindikasikan Iran kini mengendalikan siapa saja yang boleh melintas aman di Selat Hormuz.

Trump Ancam Serang Iran Jika Blokade Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump langsung merespons gertakan Teheran itu dengan ancaman militer melalui platform Truth Social. Trump menegaskan militer AS akan menyerang Iran dua puluh kali lebih keras jika Iran menghentikan pasokan minyak di Selat Hormuz.

“Jika Iran melakukan apa pun yang menghentikan pasokan minyak di Selat Hormuz, mereka akan diserang oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras dari yang mereka hadapi sejauh ini,” tegas Trump, Selasa.

Trump bahkan menyatakan serangan balasan itu akan menyasar target vital yang sulit Iran pulihkan. Ia menyebut langkah AS itu sebagai hadiah perlindungan bagi China dan negara lain yang bergantung pada jalur tersebut.

“Tetapi saya berharap, dan berdoa, supaya hal tersebut tak terjadi!” imbuh Trump.

Iran Tegaskan Tidak Tutup Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mencoba meredakan situasi namun tetap teguh pada posisi Teheran. Araghchi menegaskan Iran tidak memiliki niat menutup Selat Hormuz secara total maupun menghalangi pelayaran internasional.

Baca juga  Israel Geser Yellow Line Lebih Dalam ke Gaza, Analisis Satelit Ungkap Perubahan Garis Kendali Pascagencatan Senjata

Namun pernyataan Araghchi itu kontras dengan tawaran IRGC yang justru menunjukkan kendali ketat atas hak melintas di Selat Hormuz. Ketegangan di jalur energi global itu kini menjadi perhatian dunia.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net