Protes Trump Guncang New York, Ribuan Warga Tolak Serangan Militer AS ke Iran
fokus6.net, JAKARTA — Ribuan warga menggelar protes Trump di Times Square, New York City, Amerika Serikat, pada Sabtu (28/2). Mereka menolak operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dinilai memperbesar risiko perang di Timur Tengah.
Massa kemudian melakukan pawai di sejumlah ruas jalan utama kota. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Hentikan Perang di Iran”, “Tidak Ada Perang Penggantian Rezim”, hingga “Trump Harus Mundur Sekarang”.
Protes Trump: Warga Desak Alihkan Anggaran Militer
Para demonstran mengecam serangan udara yang AS dan Israel koordinasikan bersama itu. Mereka juga mendesak pemerintah mengalihkan anggaran militer ke sektor pendidikan, perumahan, dan layanan sosial.
Direktur Pendidikan The People’s Forum, Layan Fuleihan, menegaskan kebijakan militer Washington tidak mencerminkan aspirasi rakyat Amerika. Ia mengingatkan bahwa AS memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir yang siap meluncur ke kota-kota dan permukiman warga sipil di seluruh dunia.
Selain itu, Fuleihan menegaskan Iran bukan ancaman nyata bagi rakyat Amerika. “Kami tidak akan tertipu oleh kebohongan yang pernah menipu kami 20 tahun lalu,” kata Fuleihan.
Partai Sosialis Sebut Serangan Langgar Hukum Internasional
Kritik serupa juga datang dari Ketua Partai Kesetaraan Sosialis AS, David North. Ia menilai serangan terhadap Iran sebagai kejahatan politik yang melanggar hukum internasional dan bertentangan dengan Konstitusi AS.
Lebih lanjut, North menyebut keputusan Trump menempatkan Amerika Serikat dan dunia pada jalur konflik yang berbahaya. Ia menegaskan perang tidak akan menyelesaikan krisis internal Amerika maupun memulihkan posisi global kapitalisme AS.
Pensiunan dosen ekonomi dan kebijakan luar negeri di New York, Marilyn Vogt-Downey, menyebut kebijakan itu sebagai bagian dari pola panjang intervensi militer Amerika. Para penyelenggara menyatakan aksi protes Trump serupa kemungkinan besar akan kembali bergulir dalam beberapa hari mendatang.
Jerman dan Belgia Tolak Ikut Serta
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Jerman dan Belgia secara terbuka menolak keterlibatan dalam operasi militer Washington dan Tel Aviv terhadap Iran. Para pejabat pertahanan kedua negara menyampaikan sikap itu pada Rabu (4/3/2026).
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan sikapnya di hadapan parlemen Berlin. “Jerman bukan pihak dalam perang ini. Angkatan Bersenjata Jerman tidak akan berpartisipasi,” kata Pistorius.
Meskipun demikian, Pistorius mengakui adanya perdebatan soal legalitas serangan AS dan Israel dalam perspektif hukum internasional. Ia juga mengingatkan bahwa operasi militer tanpa strategi pascaperang yang jelas hanya memperpanjang instabilitas kawasan.
Senada dengan Jerman, Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken menegaskan negaranya tidak akan ikut dalam serangan awal terhadap Iran. Belgia hanya akan mempertimbangkan bantuan jika ada permintaan resmi dari mitra regional seperti Yordania atau Uni Emirat Arab, dan sesuai kerangka hukum internasional.
Gelombang protes Trump kini tidak hanya bergema di jalanan New York, tetapi juga mulai mempengaruhi posisi diplomatik sejumlah negara Eropa. Berbagai pihak mendorong pendekatan diplomasi agar konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas.


Tinggalkan Balasan