Empat Hari Kerja Berlaku di Filipina, Marcos Respons Lonjakan BBM akibat Selat Hormuz
fokus6.net, JAKARTA – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menetapkan sistem empat hari kerja bagi seluruh kantor pemerintahan mulai Senin, 9 Maret 2026.
Marcos mengambil langkah itu untuk melindungi rakyat dari lonjakan harga BBM akibat penutupan Selat Hormuz.
“Kita adalah korban perang yang bukan pilihan kita, tapi kita yang mengendalikan cara melindungi rakyat Filipina,” kata Marcos, mengutip AFP, Sabtu (7/3/2026).
Ia menegaskan Filipina harus bergerak cepat sebelum krisis energi global memukul daya beli masyarakat.
Empat Hari Kerja Berlaku, Harga BBM Filipina Diprediksi Melonjak
Filipina memperkirakan harga bensin naik 7,48 peso per liter pekan depan. Sementara itu, solar melonjak 17,28 peso dan minyak tanah meroket hingga 32,35 peso per liter.
Ketergantungan tinggi pada impor minyak Timur Tengah membuat Filipina sangat rentan terhadap gejolak kawasan. Selain itu, konflik yang memanas kini mengancam lebih dari dua juta warga Filipina yang bekerja di Timur Tengah.
Marcos Perintahkan Hemat Energi dan Desak Kongres Potong Pajak Minyak
Marcos menginstruksikan seluruh instansi pemerintah memangkas konsumsi listrik dan BBM 10 hingga 20 persen. Ia juga melarang semua perjalanan dinas dan mewajibkan rapat berlangsung secara daring.
Marcos kemudian mendesak Kongres memotong pajak cukai minyak jika harga mentah melampaui US$80 per barel. Pemerintah pun berencana memperluas penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar pengganti yang lebih murah.
Sebagai kompensasi, Manila menyiapkan subsidi bahan bakar dan transfer tunai bagi sektor paling terdampak. Meski kebijakan empat hari kerja berlaku, polisi, pemadam kebakaran, dan tenaga medis tetap menjalankan jadwal normal.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan