fokus6.net, JAKARTA — Sebuah fasilitas pengolahan minyak utama Arab Saudi di pesisir Teluk Arab dilaporkan menjadi sasaran serangan pada Senin (2/3/2026).

Sejumlah pihak langsung mengarahkan tudingan kepada Iran. Namun Teheran segera membantah keterlibatan dalam insiden tersebut.

Melalui sumber militer melansir Tasnim News, Iran menegaskan bahwa fasilitas minyak di kawasan Timur Tengah tidak masuk dalam daftar target operasinya.

“Itu bukanlah target serangan Iran,” tulis sumber tersebut.

Sumber yang sama menyatakan bahwa fokus operasi Iran hanya menyasar kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

“Seluruh kepentingan Amerika dan Israel di mana pun di kawasan adalah target sah dan akan berada di bawah serangan,” demikian pernyataan media tersebut.

Laporan mengenai serangan itu menyebut fasilitas milik Saudi Aramco di Ras Tanura menjadi sasaran drone.

Kompleks Ras Tanura terkenal sebagai salah satu penyulingan terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas produksi sekitar 550.000 barel per hari. Terminal tersebut juga memegang peran vital sebagai pusat ekspor minyak mentah Arab Saudi.

Pihak Iran justru melontarkan tudingan balik. Sumber militer yang sama menyebut serangan terhadap kilang tersebut sebagai bagian dari skenario Amerika Serikat dan Israel.

Teheran menduga Israel menyerang fasilitas itu menggunakan drone, lalu mengarahkan tuduhan kepada Iran untuk memperburuk citra negara tersebut di mata regional.

“Tujuan Israel adalah mengalihkan perhatian negara-negara regional dari kejahatannya dalam menyerang situs-situs sipil di Iran,” tulis sumber tersebut.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Iran Serang Kilang Minyak Israel di Haifa dengan Drone, Sirene Raung di Tel Aviv