fokus6.net, JAKARTA — Majelis Pakar Iran menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Penetapan itu dilakukan setelah wafatnya sang ayah, Ali Khamenei, dalam serangan udara beberapa hari lalu.

Sidang Majelis Pakar berlangsung dengan pengamanan ketat di tengah situasi regional yang memanas. Laporan Iran International pada Rabu, 4 Maret 2026, menyebut proses pemilihan berlangsung di bawah tekanan kuat Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, mengutip sumber yang mengetahui jalannya sidang.

Sejak lama, nama Mojtaba masuk dalam bursa calon penerus. Ia jarang tampil di ruang publik, namun pengaruhnya di lingkaran kekuasaan membuat banyak pengamat menilai posisinya sangat strategis.

Profil Mojtaba Khamenei

Mojtaba memiliki nama lengkap Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei. Ia lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, Iran, dan tumbuh dalam keluarga ulama yang berakar kuat dalam tradisi Syiah Dua Belas Imam. Lingkungan tersebut membentuk pandangan keagamaannya sekaligus memperkenalkannya pada dinamika politik sejak usia muda.

Sebagai putra pemimpin tertinggi kedua Iran, ia menjalani kehidupan dengan disiplin ketat. Lingkaran dalam kekuasaan membiasakannya berinteraksi dengan elite militer, ulama senior, dan pejabat pemerintahan.

Setelah menamatkan pendidikan menengah pada 1987, Mojtaba bergabung dengan IRGC dan terlibat pada fase akhir Perang Iran-Irak. Pengalaman itu mempererat hubungannya dengan struktur militer dan keamanan. Kedekatan tersebut kelak menjadi salah satu modal penting dalam perjalanan politiknya.

Ia kemudian melanjutkan studi agama di Qom dan berguru kepada sejumlah ulama konservatif terkemuka. Pada akhir 1990-an, ia mulai mengajar di seminari dan memperluas pengaruhnya di kalangan pelajar agama.

Perannya di Kantor Pemimpin Tertinggi memperkuat jejaringnya. Ia kerap menjembatani komunikasi antara ayahnya dan tokoh militer maupun agama. Sejumlah analis menilai posisi itu memberinya akses langsung terhadap pengambilan keputusan strategis negara.

Baca juga  Gerindra Belum Tentukan Sikap soal Parliamentary Threshold

Majelis Pakar mengambil keputusan penunjukan di tengah peningkatan konflik regional dan tekanan internasional. Beberapa media Iran juga melaporkan adanya serangan yang menyasar wilayah Qom dan Teheran, termasuk area yang berkaitan dengan aktivitas Majelis Pakar.

Sementara itu, Fars News Agency melaporkan pemakaman Ali Khamenei berlangsung di Mashhad setelah upacara kenegaraan.

Kini Mojtaba Khamenei memegang kendali tertinggi di Republik Islam Iran. Latar belakang militer, pendidikan agama, serta jejaring politik yang telah ia bangun selama bertahun-tahun akan sangat memengaruhi arah kebijakan Iran di tengah dinamika global yang terus berubah.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net