fokus6.net, BANJARMASIN – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kalimantan Selatan turun langsung ke Pasar Pandu, Banjarmasin, Sabtu (28/2/2026) pagi.

Langkah ini untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terkendali selama Ramadan 1447 Hijriah.

Ketua Tim Kompol Suryanthi menegaskan, pengawasan dilakukan untuk mencegah kelangkaan maupun lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

“Di bulan Ramadan ini kami ingin memastikan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang. Stok tersedia dan harga masih dalam batas wajar. Karena itu kami turun langsung mengecek kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan, harga beras premium tercatat di kisaran Rp15.400 hingga Rp16.000 per kilogram, atau berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Meski demikian, ketersediaan beras premium dinyatakan aman.

Sementara beras medium dijual Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram dan masih berada di bawah HET dengan stok mencukupi.

Untuk komoditas cabai, harga cabai keriting berada di angka Rp50.000 per kilogram sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).

Namun cabai rawit merah menembus Rp90.000 per kilogram, di atas HAP, meski pasokan masih tersedia.

Telur ayam ras terpantau stabil di Rp30.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras berkisar Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Harga daging sapi berkisar Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram, sedikit di atas HAP, namun stok terbilang aman.

Harga bawang merah Rp39.000 per kilogram dan bawang putih Rp38.000 per kilogram, keduanya sesuai HAP.

Gula pasir mulai Rp17.500 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter sesuai HET, serta kacang kedelai Rp13.000 per kilogram yang tercatat di atas HAP.

Secara umum, seluruh komoditas masih tersedia di Pasar Pandu.

Kompol Suryanthi menegaskan, pemantauan akan terus berlangsung sepanjang bulan Ramadan.

Baca juga  Harga Bapokting di Pasar Kalindo Banjarmasin Stabil Jelang Idul Fitri 1447 H

“Kami akan bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Jika ada indikasi penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net