Dekan FEB Universitas Lambung Mangkurat Soroti Pengadaan Mobil Listrik Pemko Banjarmasin
fokus6.net, BANJARMASIN – Pembelian mobil listrik untuk pejabat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali menuai sorotan.
Kali ini datang dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Ahmad Yunani.
Menurut Ahmad Yunani, secara konsep peralihan dari kendaraan konvensional ke mobil listrik memang memiliki nilai efisiensi dalam jangka panjang. Terutama dari sisi biaya operasional dan perawatan.
“Kalau kita bicara secara umum, penggunaan mobil listrik memang lebih efisien dalam jangka panjang. Biaya energi dan perawatannya relatif lebih rendah ketimbang kendaraan konvensional,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa efisiensi tersebut harus selaras dengan kesiapan infrastruktur yang memadai.
Tanpa dukungan fasilitas seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan sistem pendukung lainnya, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru.
“Kalau infrastruktur belum matang, tentu ini bisa menjadi kendala ke depan. Jangan sampai kebijakan sudah berjalan, tetapi fasilitas pendukungnya belum siap,” tegasnya.
Selain itu, Ahmad Yunani juga menyoroti kondisi geografis dan lingkungan Kota Banjarmasin yang kerap terendam banjir rob.
Menurutnya, aspek tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan serius sebelum memutuskan penggunaan kendaraan listrik secara luas.
“Kita tahu Banjarmasin sering mengalami banjir rob. Harus mengkaji mendalam, karena kendaraan listrik memiliki sistem kelistrikan yang sensitif. Perlu analisis risiko yang komprehensif,” jelasnya.
Lebih jauh, ia berharap Pemko Banjarmasin dapat lebih selektif dalam menentukan prioritas anggaran daerah.
Terlebih di tengah berbagai kebutuhan masyarakat masih banyak yang harus mendapat perhatian pemerintah.
“Harapannya, anggaran daerah benar-benar mengutamakan program yang berdampak langsung kepada masyarakat luas,” pungkas Ahmad Yunani.
Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net


Tinggalkan Balasan