fokus6.net, BANJARMASIN – ‘Banjarmasin Bebas Sampah’, kalimat itu pernah tercetus dari paslon Muhammad Yamin – Ananda saat debat kedua Pilwali Banjarmasin, November 2024 lalu.

Bahkan, tak tanggung-tanggung keduanya menargetkan persoalan sampah yang masih kerap berserakan akan tuntas dalam 100 hari kerja.

“Kami menargetkan tidak akan ada lagi sampah berserakan di kota ini,” ujar Yamin usai pelaksanaan debat.

Bukan hanya itu, pasangan Yamin, Ananda juga menggembor-gemborkan siasatnya untuk mengatasi sistem pembuangan sampah di Banjarmasin.

Dengan percaya diri, ia bilang akan menerapkan Underground Refuse System (URS), sistem penampungan sampah bawah tanah yang akan menjadi terobosan baru dalam menangani masalah sampah.

“Kita tahu masalah sampah Banjarmasin ini masih belum terselesaikan, terutama karena keterbatasan lahan untuk tempat pembuangan sementara (TPS) yang memaksa sampah menumpuk di pinggir jalan,” jelas Ananda.

Politisi NasDem itu menilai, URS bisa menyelesaikan sekaligus berbagai masalah soal sampah. Tak hanya mempercantik kota, namun juga menekan potensi penyakit akibat tumpukan sampah akibat TPS sistem terbuka atau open dumping.

Tak cukup sampai disitu, dirinya juga menargetkan URS sudah beroperasi akhir 2025.

“Kami akan menerapkan URS pada akhir tahun 2025, dan program ini akan masuk usulan dalam APBD,” janjinya.

Namun, kenyataannya berbalik 360 derajat. Hingga Februari 2026, sampah masih jadi pekerjaan rumah yang tak kunjung beres.

Bukan hanya sampah TPS yang meluber, gunungan sampah juga kerap terlihat di pusat perdagangan. Salah satunya akses masuk Pasar Sentra Antasari Banjarmasin.

Catatan fokus6.net pada 6 Februari 2026, sampah setinggi nyaris dua meter menutup akses pengunjung dan menimbulkan bau busuk hingga mengganggu pedagang maupuj pengunjung pasar.

Kondisi tersebut jelas sangat kontras dengan janji kampanye Yamin-Ananda. Janji menerapkan sistem penampungan sampah bawah tanah atau URS pun seolah menguap, dan tak pernah terdengar lagi kabarnya.

Baca juga  Truk Nyasar ke Gunung Tamiyang Pelaihari, Warga Evakuasi Enam Jam

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net