fokus6.net, HULU SUNGAI TENGAH — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, mendapat sorotan tajam setelah muncul laporan mengenai kualitas makanan. Setelah sebelumnya menu berupa roti, susu, dan pisang mentah viral, kini ditemukan roti menghitam, telur diduga busuk, dan paket makanan tanpa minuman.

Keluhan datang dari sejumlah orang tua dan pelajar yang membagikan kondisi makanan melalui media sosial. Salah seorang orang tua mengatakan, “Anak kami dapat roti yang sudah menghitam, telurnya bau. Bahkan ada yang tidak dapat minuman sama sekali. Ini kan untuk anak sekolah.”

Temuan tersebut menyoroti kinerja 11 unit Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai kecamatan di HST. Publik menilai persoalan ini bukan sekadar kasus kecil, melainkan indikasi lemahnya kontrol mutu dan pengawasan distribusi makanan.

Masyarakat menekankan pentingnya standar kelayakan konsumsi dan prosedur pengecekan sebelum pembagian makanan. Terlebih program ini memiliki anggaran hingga Rp15.000 per porsi. Banyak pihak mempertanyakan kesesuaian antara biaya dengan kualitas yang siswa terima.

Hingga Kamis (26/2/2026), pihak pengelola wilayah SPPG belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan yang berkembang. Warga meminta adanya inspeksi ke dapur-dapur SPPG untuk memastikan standar higienitas dan keamanan pangan harus konsisten.

“Evaluasi menyeluruh, transparansi anggaran serta pertanggungjawaban pengelola wajib guna memulihkan kepercayaan publik,” ujar seorang warga Imran.

Penulis/Reporter: Tim Liputan fokus6.net

Baca juga  Unik! Ratusan Porsi MBG Disalurkan Ringankan Beban Korban Banjir di Kabupaten Banjar