Viral Menu MBG Berjamur di Tanah Laut, Kepala SPPG Sebut Kesalahan Produsen
fokus6.net, TANAH LAUT – Unggahan seorang orang tua siswa di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang menampilkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga berjamur, sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara damai setelah dilakukan mediasi antara pihak orang tua dan penyalur MBG.
Konten yang memperlihatkan foto menu MBG disertai narasi adanya jamur pada makanan itu diunggah oleh Desimah pada 23 Februari 2026. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam tanggapan warganet.
Menindaklanjuti hal itu, Camat Bati-Bati berinisiatif memfasilitasi pertemuan antara Desimah dan pihak SPPG selaku penyalur program MBG. Mediasi dilakukan untuk mengklarifikasi kejadian sekaligus mencari solusi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan.
Dalam pertemuan tersebut, Desimah menjelaskan bahwa menu MBG yang diterimanya merupakan jatah untuk tiga hari sekaligus.
“Saya terima untuk tiga hari. Awalnya tidak curiga, tapi setelah dicek satu per satu, terlihat ada jamur di beberapa makanan seperti roti dan ubi jalar,” ujar Desimah.
Ia mengaku mengunggah foto tersebut sebagai bentuk kekhawatiran terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak.
Meski permasalahan telah diselesaikan secara kekeluargaan, Desimah berharap ada perbaikan nyata dari pihak penyelenggara.
“Kami hanya ingin memastikan makanan yang dibagikan benar-benar layak dan higienis. Ini untuk anak-anak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG, Hernando, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa temuan jamur pada produk roti diduga akibat kesalahan teknis dari pihak produsen penyedia roti, bukan karena unsur kesengajaan.
“Kami sudah melakukan penelusuran. Untuk roti, itu kesalahan teknis dari produsen. Namun tetap menjadi tanggung jawab kami sebagai penyalur. Ke depan akan kami perketat pengawasan kualitas sebelum didistribusikan,” jelas Hernando.
Ia memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan dan distribusi menu MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
“Akan kami koreksi untuk ke depannya,” paparnya.
Penulis/Reporter: Basuki Rahmat


Tinggalkan Balasan